Husni-Mo Berkomitmen Bangun dan Buka Keterisoliran Wilayah Terpencil

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 71 di Sumbawa merupakan yang pertama di masa pemerintahan pasangan Bupati-Wakil Bupati H.M.Husni Djibril, B.Sc- Drs.H.Mahmud Abdullah (Husni- Mo) memberikan makna tersendiri. Mendengarkan suara anak bangsa di pelosok daerah ini yang masih butuh pemenuhan hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, listrik, telekomunikasi dan lainnya. Kerja nyata untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat dengan melakukan akselerasi dan pemerataan pembangunan, menghapus ketimpangan dan membuka keterisoliran wilayah.

Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril B.Sc menyadari kekurangan dan besarnya tantangan yang harus dihadapi saat ini. Mimpi masyarakat terutama wilayah terpencil untuk merdeka secara utuh dalam arti mereka bisa mendapatkan fasilitas dasar secara layak haruslah mulai dirintis. Menjadi Komitmen Pemkab di bawah kendali Husni-Mo untuk bekerja lebih baik.

Iklan

‘’Suara hati anak anak dari Orong Telu dan Lunyuk yang menginginkan akses pendidikan, kesehatan, telekomunikasi dan transportasi yang layak dan mudah yang juga mewakili suara masyarakat Sumbawa umumnya. Seperti yang disampaikan di sela sela upacara bisa menjadi sebuah peringatan awal bagi kita,’’ katanya. Ini sebuah fakta riil yang terjadi.

Bupati Husni Djibril dan Istri Hj. Amin Rahmani bersama dua anak SD dari sekolah daerah terpencil Lunyuk dan Orong Telu yang menyuarakan isi hati dan harapan mereka kepada bupati terkait kondisi pendidikan dan transportasi, telekomunikasi di wilayah mereka.
Bupati Husni Djibril dan Istri Hj. Amin Rahmani bersama dua anak SD dari sekolah daerah terpencil Lunyuk dan Orong Telu yang menyuarakan isi hati dan harapan mereka kepada bupati terkait kondisi pendidikan dan transportasi, telekomunikasi di wilayah mereka.

‘’Bupati, wakil bupati dan seluruh perangkat kerjanya mendengar semua ini. Menjadi pemacu semangat kami,”ujarnya.

Menjadi tanggung jawabnya sebagai bupati, untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat. Namun, tentu saja enam bulan masa pemerintahan ini belum bisa menjadi ukuran. Secara bertahap akan melakukan kerja secara nyata. Kebutuhan listrik akan diupayakan sharing dengan pemerintah provinsi dan pusat, baik itu listrik tenaga surya, uap dan lainnya. Termasuk membangun kerjasama dengan pihak PLN dan investor. Sebenarnya banyak investor yang bersedia dan pihaknya telah meminta mereka untuk melakukan survei terlebih dahulu. Untuk jaringan telekomunikasi, termasuk internet, bisa diupayakan dengan program pusat. Bahkan ada sebuah organisasi yang proposalnya sudah masuk untuk menjamin seluruh desa akan ada jaringan internet. “Ini kita coba. Lihat program swasta yang menawarkan kerjasama dengan Pemkab. Sudah pernah ada komunikasi. Itu akan kita sambut, kalau mereka serius, kita juga akan serius. Tetapi mereka harus memberikan kita dulu paling tidak pemahaman. Mereka harus menyampaikan kepada kami seluruh keperluan pemerintah daerah ini agar memahami semua,’’ sebut Husni, seraya berharap pula kerjasama media untuk memberikan informasi yang riil di lapangan. Agar bisa bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, juga menyampaikan komitmen yang sama untuk membbangun daerah terpencil. Terutama dalam membuka akses jalan. Meski tidak bisa sekaligus, namun secara pasti akan dilakukan pembenahan dari tahun ke tahun.

“Yang utama bagi kami bagaimana membuka keterisoliran dan prasarana jalan. Itu yang utama sekali. Termasuk apa yang disampaikan anak kita itu menjadi perhatian bagi kami berdua, dalam mengisi kemerdekaan di daerah ini,’’ tukasnya.

Namun sebaliknya Wabup juga meminta komitmen dan peran aktif masyarakat untuk berpartisipsi dalam pembangunan. Bukan diminta untuk membangun sarana dan prasarana, tetapi paling tidak bisa memudahkan tugas pemerintah misalnya dengan tidak terlalu memberatkan pemerintah ketika ada pembebasan lahan milik warga. Desa juga bisa berperan dengan mengoptimalkan dana desa dalam mensejahterakan rakyatnya. Sebab tidak mungkin pemerintah kabupaten bisa melakukan semuanya.

Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi, berharap dengan peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini, semua pihak meningkatkan kinerjanya dan terus bekerja seuai bidang masing masing untuk membangun keluarga, daerah, dan negara ini. Suara anak dari sekolah terpencil akan menjadi PR pemerintah untuk melakukan perbaikan. Terutama sarana dan prasarana yang belum maksimal. Pemkab akan berupaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat, termasuk soal telekomunikasi (internet khususnya) yang masih terbilang sulit di wilayah terpencil. Bekerjasama dengan provider yang ada.

Ketua DPRD Sumbawa, Budi Suryata menambahkan, suara anak di daerah  terpencil harus menjadi perhatian semua pihak. Saatnya Sumbawa di bawah pemerintahan Husni-Mo dengan program unggulannya penguatan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, menjadi sebuah keniscayan untuk dilaksanakan.

‘’Saya optimis selama lima tahun pemerintahan Husni-Mo akan  mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,’’ pungkas Budi.

Upacara detik detik proklamasi di Kantor Bupati Sumbawa kemarin berjalan khidmat. Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril BSc memimpin jalannya upacara, yang dihadiri pula Wabup Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Forkopimda, Pimpinan DPRD Sumbawa, para pejabat lingkup Pemkab Sumbawa, termasuk mantan Bupati Drs. H. Jamaluddin Malik dan H. A. Latif Majid, serta para tamu undangan lainnya.

Pada upacara tersebut, ada dua siswa dari daerah terpencil yaitu Ahmad Robi dari SDN 2 Sebeok dan Sevira Gaida Arminingtyas dari SDN Lunyuk Ode yang diberikan kesempatan untuk menyuarakan isi hatinya kepada kepala daerah. Mereka mengharapkan pendidikan yang layak, seperti pemenuhan sarana dan prasarana, termasuk penambahan tenaga guru di sekolahnya. (arn/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here