Huntara Belum Jadi, Korban Gempa Terpaksa Tinggal Dekat Kandang Ternak

Korban gempa di Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) yang terpaksa tinggal di dekat kandang ternak karena belum tersedianya huntara. (Suara NTB/nas)

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah masyarakat korban gempa di Desa Gelangsar Kecamatan Gunungsari Lombok Barat (Lobar) terpaksa tinggal di dekat kandang ternak. Pasalnya, belum ada bantuan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya hancur akibat gempa beberapa waktu lalu.

Tokoh masyarakat Desa Gelangsar, Abdul Rahman menyebutkan sebanyak 823 unit rumah warga yang rusak akibat gempa. Dari jumlah tersebut sekitar 600 unit yang rusak berat. Sisanya 200 unit rusak sedang dan ringan.

Iklan

‘’Baru sebagian yang dapat SK kabupaten, sebagian lagi belum ada SK. Untuk bantuan stimulan  pemerintah yang terealisasi sampai hari ini belum ada. Masih verifikasi data saja,’’ kata Abdul Rahman.

Ia menyebutkan per 22 Oktober lalu, baru 14 warga yang sudah memiliki rekening. Semuanya sudah dikelompokkan menjadi kelompok masyarakat (Pokmas).

Mantan Kepala Desa Gelangsar ini mengatakan, masyarakat sangat membutuhkan huntara. Sampai saat ini belum ada bantuan untuk pembangunan huntara baik dari pemerintah maupun pihak ketiga.

Tempat tinggal sementara yang dibangun masyarakat dari sisa-sisa bangunan dilakukan secara swadaya. Ia mengaku sudah mengusulkan ke Dinas Sosial untuk pembangunan 90 unit huntara. Jumlah kebutuhan huntara di Desa Gelangsar, kata Abdul Rahman sekitar 100 unit.

‘’Mudah-mudahan terealisasi. Kalau di tenda  panas. Masyarakat mulai terjangkit penyakit malaria, kemarin ada beberapa terjangkit. Sehingga kami mengarahkan masyarakat kembali ke rumah masing-masing,’’ katanya.

Saat ini sejumlah warga korban gempa terpaksa tinggal dekat kandang ternak.  ‘’Kalau kemarin berugaqnya tak pernah ditempati di belakang. Sekarang menjadi tempat hunian yang paling nyaman. Kandang ayam dulu, sekarang jadi tempat tinggal yang aman. Di situ juga kandang sapi dan sebagainya. Ini campur baur inilah yang mengkhawatirkan kita. Kalau pemerintah tak segera membangun huntara. Apalagi banyak anak-anak kecil,’’ katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, MPH mengatakan masyarakat yang tinggal di pengungsian memang rentan terhadap penyakit. Apalagi yang tinggal dekat kandang ternak. Sehingga diharapkan huntara segera terealisasi. Agar masyarakat tinggal di tempat yang layak. (nas)