Ibu Hamil Diduga Sebar Hoaks Pasien Corona NTB Meninggal Dunia

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto (kiri) menunjukkan akun Facebook tersangka penyebar hoaks virus Corona, Kamis, 26 Maret 2020 didampingi Kasubdit II Siber Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri (kanan). (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Konfirmasi kasus pertama virus Corona di NTB membuat ED (31) resah. Unggahan wanita yang sedang hamil ini malah bikin tambah resah. Kasus pertama baru dikonfirmasi, ED malah bikin status Facebook korbannya meninggal dunia.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan membuat unggahan yang muatannya diduga menyebarkan kabar bohong. “Tujuannya memberi tahu kalau ada yang meninggal. Padahal tidak demikian,” terangnya, Kamis, 26 Maret 2020 didampingi Kasubdit II Siber Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri.

Baca juga:  Kasus Pertama, Seorang Warga NTB Positif Covid-19

ED warga Kekeri, Gunungsari, Lombok Barat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus ITE. Diduga melanggar pasal 28 ayat 1 UU RI No 19/2016 tentang perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang ITE. Ibu hamil ini tidak ditahan. Hanya dikenai wajib lapor.

Tersangka mengunggah status Facebook pada Selasa siang, 24 Maret 2020. Setelah diumumkannya kasus pertama positif Corona di NTB. Status diunggah melalui akunnya Ummy Dinna.

Isinya, ‘Innalillahhiwainnailaihirojiun yang di aikmel positif korona barusan meninggal.’ Unggahan itu dibuat tersangka karena melihat unggahan teman Facebook-nya. ”Orang yang dia sebut positif Corona itu masih hidup dan masih mendapatkan perawatan,” ucap Artanto.

Baca juga:  Polisi Incar Penyebar Hoax

Unggahan ED terpantau radar tim Siber Polda NTB. ED kemudian diamankan pada Kamis pagi, 23 Maret 2020. Usai dijemput di rumahnya, ED langsung menjalani pemeriksaan di Polda NTB. Selesai diperiksa, ED boleh pulang karena tidak ditahan.

“Saat ditangkap, pelaku mengakui telah memposting kabar tersebut melalui akun facebook-nya,” ungkapnya.

Baca juga:  Mulai April, Laboratorium di NTB Diizinkan Periksa Spesimen Corona

Yusuf menambahkan, pelaku mengunggah status itu untuk memberitahukan kepada khalayak. Kebenaran informasi yang didapat tidak dicek ulang. “Dia ketik sendiri dengan sadar setelah mendapatkan berita itu dari akun facebook orang lain,” ujarnya.

Handphone milik pelaku sudah diamankan sebagai barang bukti. Handphone tersebut sudah terhubung dengan akun facebooknya. Dari penelusuran Suara NTB, akun Ummy Dinna sudah berubah nama menjadi Abaya Jual. Unggahan didominasi foto katalog mukena. Unggahan yang membawa ED ke proses pidana sudah dihapus. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − fourteen =