Diduga Sebar Hoaks Corona, Dua Bersaudara Diamankan Polisi

0
46
Terduga penyebar hoaks diamankan di Mapolres Loteng, Selasa, 24 Maret 2020. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) Senin, 23 Maret 2020 malam, mengamankan dua bersaudara, FZ (29) dan AN (20) asal Kelurahan Jontlak Praya Tengah. Atas dugaan menyebarkan berita hoaks terkait virus corona. Kedua diamankan di rumahnya di perumahan Tampar-Ampar Kelurahan Jontlak. Atas perbuatannya tersebut, keduanya diancaman hukuman berat karena melanggar Undang-Undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saat memberikan keterangan pers, Selasa, 24 Maret 2020, Wakapolres Loteng, Kompol I Ketut Tamiana didampingi Kasat Reskrim, AKP Priyo Suhartono, SIK., mengatakan, kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat kalau ada informasi pasien Puskesmas Labuapi Lombok Barat (Lobar) yang positif terjangkit virus corona (Covid-19). Informasi tersebut menyebar luas di medsos.

Mendapat laporan tersebut jajaran Polres Loteng kemudian melakukan pelacak. Dan, akhirnya diketahui kalau informasi tersebut pertama kali dibagikan oleh FZ. Informasi tersebut awalnya disebarkan ke beberapa grup WA oleh FZ yang kemudian menyebar luas di medsos.

“Dari penelusuran yang dilakukan oleh aparat Polres Loteng, ternyata informasi yang disampaikan FZ tidak benar alias hoak. Berdasar temuana tersebut, polisi lantas mendatangi kediaman FZ untuk kemudian digelandang ke Mapolres Loteng,” terang Tamiana.

Kepada polisi, FZ mengaku kalau informasi soal pasien virus corona tersebut diperoleh dari AN yang kebetulan tengah madang di puskemas Labuapi. Sehingga AN juga ikut diamankan. tetapi masih berstatus sebagai saksi.

“Sementara status keduanya masih diamankan. Sampai menunggu hasil pengembangan lebih lanjut,” imbuhnya.

Untuk keperluan penyelidikan, polisi sudah mengamankan satu unit Hp milik FZ yang digunakan untuk membagikan informasi haox tersebut. Polisi sendiri juga masih terus mengembangkan kasus tersebut, untuk mengungkap kemungkinan adanya terduga pelaku lainya.

  Pelaku Wisata Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Penanganan Virus Corona

Kepada masyarakat, mantan Kabag. Ops. Polres Loteng ini berharap supaya berhati-hati jika ingin menyebarkan informasi melalui medsos. Harus dikonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu ke pihak berwenang. Bila perlu jangan disebar jika memang informasinya masih diragukan kebenarannya.

Jangan sampai kemudian ditangkap atas dugaan menyebarkan informasi hoaks. Pasalnya, ancaman hukumnya cukup berat. Berupa kurungan 6 tahun serta denda sebesar Rp 1 milliar.

Adapun FZ kepada awak media mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Karena telah membuat masyarakat resah atas informasi hoaks yang disampaikan. “Saya mengaku bersalah dan mohon maaf atas perbuatan saya yang telah menyebarkan informasi hoaks dan telah membuat resah masyarakat,” ujarnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + 12 =