Pembatasan Sosial Lapas Mataram, Kunjungan hanya Lewat Panggilan Video

0
12
Salah satu narapidana narkotika di Lapas Mataram, Senin, 23 Maret 2020 menggunakan layanan panggilan video. Lapas Mataram meniadakan sementara layanan kunjungan untuk pembatasan sosial antisipasi penyebaran virus Corona. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Virus corona diantisipasi masuk Lapas Mataram. Mulai Senin, 23 Maret 2020 kemarin, layanan kunjungan ditiadakan. Gantinya, warga binaan pemasyarakatan (WBP) diberi akses panggilan video. Waktunya pun terbatas.

Kepala Lapas Mataram Muhammad Susanni mengatakan, penghentian sementara layanan kunjungan itu untuk mengurangi kontak fisik WBP dengan orang luar. Lapas yang memang merupakan area terlokalisasi dicegah sedini mungkin dari penyebaran virus.

“Orang-orang berkumpul, keramaian, kontak fisik itu rentan penyebaran. Maka kita melangkah lebih cepat dengan membatasi kunjungan dari luar,” ujarnya didampingi Kepala Pengamanan Lapas Mataram Afan Sulistiono.

Meski demikian, barang titipan tetap diperbolehkan masuk. Mekanismenya pun diubah. Pengunjung diminta meletakkan barang di pintu depan dengan melengkapi identitas nama yang dituju. “Yang mengantar juga dicek suhu tubuhnya,” kata dia.

Sepekan yang lalu, area Lapas yang kini berpenghuni 1.034 WBP ini disemprot disinfektan. Di setiap blok kini juga ditambah bak cuci tangan. Pencegahannya lebih dini dikarenakan Lapas Mataram melebihi kapasitas tampungnya. Langkah selanjutnya, pembatasan kunjungan.

Pembatasan kunjungan itu awalnya mendapat penolakan. Namun, antisipasi penyebaran virus jauh lebih penting. Hak-hak WBP tetap dipenuhi dengan penyediaan fasilitas komunikasi tambahan.

“Kita ganti dengan video call. Kita sediakan lima komputer. Tapi, masing-masing dibatasi waktunya paling lama lima menit. Ini agar semua WBP juga kebagian,” kata Sanni.  Salah satu narapidana, Suwandi menggunakan layanan panggilan video tersebut.

Dia sangat memerlukannya karena tidak pernah dikunjungi keluarga. “Keluarga saya di Jawa. Jadi ini saya butuh sekali,” ucapnya lega setelah berbincang dengan anaknya. Peniadaan kunjungan berlaku selama dua pekan ke depan. Kemungkinan akan diperpanjang apabila ada arahan lanjutan dari Dirjen Kemenkumham RI. (why)

  Antisipasi Virus Corona, Akses Masuk ke Objek Wisata Diperketat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + 18 =