Jaksa di NTB Diingatkan Jauhi Perilaku Korup

Kaban Diklat Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi saat mengecek arsip di Kejari Mataram. Penataan dokumen jadi salah satu penilaian zona integritas. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kaban Diklat) Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi, SH, MH, turun ke NTB mengecek kesiapan Kejati di NTB menuju zona integritas. Menuju pencapaian ini, Setia Untung Arimuladi meminta seluruh jaksa di NTB menjauhi perilaku korup.

Perilaku mempermainkan perkara, menerima suap dan gratifikasi dalam kasus tertentu, menurut mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung ini adalah perilaku kolot yang harus ditinggalkan. Masyarakat sudah kritis. Lembaga Adhyaksa sudah transparan, sehingga semua perilaku dapat terpantau.

“Kebiasaan-kebiasaan buruk itu harus ditinggalkan,” kata Untung, sapaan Setia Untung Arimuladi.

Dengan menjaga sikap, menjaga integritas bekerja sebagai jaksa, akan jadi bagian penilaian tim Kemen PAN RB. Jaksa yang mampu secara personal dan kelembagaan bekerja sesuai prosedur, akan jadi modal meraih predikat zona integritas dan bebas korupsi.

Baca juga:  Gedung Kejati NTB Disemprot Desinfektan

Kebiasaan lama yang diminta ditinggalkan, salah satu dicontohkannya, penanganan berkas perkara dinaikkan ke tahap penyidikan hingga penuntutan atas dasar kepentingan.

“Jangan sampai ada faktor X, ini yang saya ingatkan kepada jaksa jaksa di sini, supaya bekerja sesuai SOP,” tegas mantan Kasi Pidsus Kejari Mataram tahun 1991 ini.

Setia Untung Arimuladi pada kesempatan itu membawa Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan Agung RI, didampingi Sesjamintel Kejagung RI. Dr. Sunarta, SH., MH. Selama dua hari, Senin (17/2) dan Selasa (18/2) lalu, mengecek kesiapan Kejati NTB, Kejaksaan Negeri Mataram dan Kejaksaan Negeri Lombok Tengah persiapan perangkat Reformasi Birokrasi menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Baca juga:  Kejati NTB dan Tekad Wujudkan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Rombongan didampingi langsung Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto, SH.,MH, Wakajati NTB Dr. Anwaruddin Sulistiono, SH.,MH. Hadir para asisten dan seluruh Kejari se NTB.

Pada kesempatan tersebut, Untung meminta Kajati NTB dan jajaran Kejari serius menerapkan zona integritas. Sesuai hasil pengecekannya selama dua hari, ia memberikan beberapa catatan. Seperti, perlunya ditingkatkan perangkat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), pelayanan tilang dan layanan antar barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap kepada yang berhak. Segera membentuk Tim Reformasi Birokrasi, membentuk agen perubahan serta meningkatkan layanan yang berbasis teknologi informasi.

Baca juga:  Gedung Kejati NTB Disemprot Desinfektan

“Perlu juga diadakan rotasi internal pegawai. Agar para pegawai jangan terlalu asik di zona nyamannya. Tugas kita adalah memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” pintanya

Merespon itu, Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto mengaku akan memperbaiki pelayanan masyarakat, khususnya dalam penanganan perkara. Semua masukan dari Kaban Diklat akan ditindaklanjuti dengan meningkatkan kualitas secara internal. “Target kami meraih predikat WBK/WBBM ini. Ini harus, harus kita dapatkan,” yakinnya. (ars)