Warga Karang Langko Gerung Tewas Diduga Dibacok Adik Ipar

0
8
pemakaman korban di lokasi TPU daerah setempat. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Karang Langko Desa Babusslam kecamatan Gerung inisial A alias R tewas diduga dibacok oleh M (43) yang tak lain iparnya sendiri. Kejadian naas itu terjadi Senin, 17 Februari 2020 sekitar pukul 20.30 Wita, di sekitar rumah keduanya. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Tripat Gerung, namun nyawa korban tak tertolong akibat empat luka parah akibat tebasan parang oleh pelaku. Belum diketahui pasti motif di balik tindakan pelaku membacok korban. Setelah melakukan tindakan itu terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Gerung.

Berdasarkan pantauan koran ini, pemakaman berlangsung Selasa, 18 Februari 2020 di kawasan Dusun setempat. Pemakaman korban mendapat pengamanan pihak kepolisian. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu tidak jauh dari kediaman korban. Bahkan sebelum kejadian, saksi sempat melihat korban dan terduga pelaku cekcok. Sebelum akhirnya terduga pelaku AR melayangkan parang yang dibawanya ke arah korban hingga tersungkur. Selain itu anak plterduga pelaku berinisial F turut diamankan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Kapolres Lombok Barat, AKBP. Bagus S. Wibowo, SIK., membenarkam adanya tindak pidana penganiayaan yang dilakukan terduga pelaku berinisial M terhadap A alias R (35). “Akibat Penganiayaan ini, kondisi korban luka-luka yang cukup parah dan setelah dilakukan upaya medis oleh rumah sakit Gerung Lombok Barat, ternyata korban diketahui meninggal dunia,”jelas Bagus. Mengenai motif pelaku masih didalami oleh pihak kepolisian, karena terduga pelaku masih dalam pemeriksaan Kepolisian Resort Lombok Barat.

Sejauh ini, Polres Lombok Barat mengamankan dua orang, yaitu berinisial M dan F (anak dari M), selanjutnya masih membutuhkan waktu untuk melakukan penyelidikan dalam hal ini apakah dilakukan sendiri atau ada keterlibatan pelaku lainnya. Dari keterangan sementara, antara terduga pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga.Dari hasil visum sementara yaitu visum luar terhadap korban, terdapat 4 titik luka yang cukup berat. Kapolres mengimbau kepada masyarakat terutama masyarakat Lombok Barat, bila mengalami permasalahan di lingkungannya atau disekitarnya, untuk menyikapinya dengan kepala dingin dan menyerahkan permasalahan itu kepada aparat setempat dari tingkat dusun, desa, serta aparat kepolisian bila permasalahan-permasalahan itu terindikasi tindak pidana.
Sementara itu ditemui di lokasi pemakaman, Kapolsek Gerung, Iptu Syaripuddin Zohri mengaku jika tersangka kini sudah dilakukan penahanan dan pemeriksaan di Mapolres Lobar.“Sampai saat ini situasi masih aman dan almarhum sudah dimakamkan,” terang Syaripuddin yang dikonfirmasi selepas menghadiri pemakaman korban.
Ia menjelaskan selepas kejadian itu, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Namun sayangnya setelah dua jam korban tidak bisa diselanatkan akibat luka yang parah. Ia mengakui memang korban dengan pelaku masih ada hubungan keluarga. Meski demikian pihaknya belum berani memastikan motif tersangka tega menebas iparnya sendiri.“Itu masih kami dalami pemeriksaan terhadap tersangka, dan itu wewenangnya di Polres Lombok Barat,” jelasnya.

  Penduduk Miskin di Lobar Bertambah

Atas kasus ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas. Serta menyerahkan proses hukum terhadap tersangka kepada kepolisian.“Tadi juga di pemakaman, kami sempat mengimbau kepada kedua belah pihak pihak, agar tidak melakukan hal-hal merugikan dan menambah permasalahan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Desa Babussalam, M. Zaini yang dikonfirmasi selepas menghadiri pemakaman korban, tidak tahu pasti kronologi kejadian. Ia hanya mendapat kabar terjadinya penganiayaan dari kepala dusun setempat.“Kita juga kaget, karena terjadinya tiba-tiba dan kita pun mendadak diberikan informasi pak Kadus tetapi sudah terjadi,” ungkap Zaini.

Menurut Zaini, kediaman tersangka dengan koban sangat berdekatan. Terpisah oleh jalan gang dusun. Hanya saja saat ditanyakan lokasi kejadian pasti, Zaini mengaku tidak mengetahuiinya.“Kita tidak tahu parsis, tahunya kita korban sudah di rumah sakit,” sambungnya.

Pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada pihak Kepolisian. Kini pemerintah desa (Pemdes) setempat fokus agar kondusivitas di desa tetap aman pascakejadian tersebut.“Kita juga terbantu dengan adanya aparat keamanan. Penjangaan juga akan dilakukan kepolisian dengan melihat situasi untuk antisipasi,” jelasnya. Pihaknya juga turut membantu pihak kepolsiaan mengimbau kedua belah keluarga untuk tetap menjaga kondusifitas. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here