Rumah Milik Pengirim TKW Dibakar, Seorang Warga Meninggal

0
7
Kapolsek Woja, Ipda Abdul Haris saat menangkap Art terduga pelaku pembakaran rumah Nurwahidah di Desa Bara Kecamatan Woja, Minggu (16/2) malam yang menyebabkan St Afra alias Rao meninggal dunia. (Suara NTB/hms polres dompu)

Dompu (Suara NTB) – Rumah milik Nurwahidah alias Ida di Dusun Rade Desa Bara Kecamatan Woja Kabupaten Dompu diduga dibakar oleh Art alias Rio yang menyebabkan St Afrah (52) meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka. Pembakaran ini dipicu oleh kemarahan pelaku yang mencurigai Nurwahidah membawa Ayu Rosmiati, istrinya menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Sebelum pembakaran terjadi, terduga pelaku pembakaran, Art sempat menghubungi Niken Ardiani (23) anak dari Nurwahidah alias Ida. Ida adalah salah seorang penyalur TKW asal Desa Bara Kecamatan Woja. Art menghubungi Niken untuk menanyakan keberadaan Ida, karena nomornya terblokir.

Rumah Milik Pengirim TKW yang Dibakar

Art memendam kecurigaan setelah istrinya, Ayu meninggalkan rumah sejak jam 10 pagi dan tidak kembali hingga Minggu malam, 16 Februari 2020.

Dua tahun silam, sang istri sempat mau diberangkatkan menjadi TKW menggunakan jasa Nurwahidah. Tapi rencana itu digagalkan Art dengan menghadang mobil yang ditumpangi Ayu di simpang Sipon Desa Bara.

Akibat kecurigaan itu dan pengalaman penghadangan dua tahun lalu, Art bersama dua rekannya, One dan Maulana sempat menghentikan bis malam dari Dompu tujuan Mataram di ujung Dusun Banggo Desa Soriutu Kecamatan Manggelewa Dompu untuk mencari istrinya Ayu, tapi hasilnya nihil.

“Dari dusun Banggo Desa Soriutu terduga pelaku kemudian menghubungi Niken Ardiani dengan tujuan menyuruh mereka turun dari rumah karena rumahnya mau dibakar oleh terduga pelaku,” kata PS Paur Subbag Humas Polres Dompu, AIPTU Hujaifah dalam rilisnya, Senin pagi, 17 Februari 2020.

Sekitar pukul 22.50 Wita, terduga pelaku tiba di TKP dan kembali meminta Niken turun dari rumah sebelum pelaku ke penjual bensin dan mengambil dua botol bensin.

Sementara itu, di atas rumah masih terdapat St Hajar (65), Niken Ardiani (23), dan Ilyas alias Lia (26). Sedangkan St Afrah alias Rao (52) tidak berada di atas rumah TKP.

  Polda NTB dan Kepolisian Turki Respons Cepat Kasus TPPO

Rao yang beralamat Dusun Rade Desa Bara ini bermaksud menyelamatkan Niken ketika melihat kobaran api yang membesar. Tapi naasnya, dia sendiri tidak bisa tertolong. Akibat kejadian itu, Niken mengalami luka bakar di hampir 70 persen anggota tubuhnya. Sementara St Hajar dan Ilyas mengalami luka bakar pada tangan dan kakinya.

Mobil pemadam kebakaran bersama mobil water canon milik Polres Dompu baru tiba di TKP sekitar pukul 22.28 Wita dan sekitar pukul 23.15 Wita, api baru bisa dipadamkan. Sementara jasad St Afrah yang terpanggang api langsung dievakuasi ke RSUD Dompu oleh pihak Inafis Polres Dompu.

Atas kesigapan tim Polsek Woja yang dipimpin Kapolseknya, Ipda Abdul Haris Art berhasil ditangkap di kediaman Judi warga Jala Kecamatan Huu sekitar pukul 00.30 wita, Senin dini hari, 17 Februari 2020.

Sebelumnya, tim Polsek Woja juga sempat mengamankan Alipo, bapak dari Art ke Polres Dompu untuk menghindari amukan massa. Karena sebelum meninggalkan Desa Bara pasca pembakaran rumah, Art dikabarkan sempat menemui bapaknya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here