Kasus Rehab Gedung P2KB, Proyek Sengaja Dipecah Tiga

Joko Tamtomo.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pengusutan proyek rehab gedung KB pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Mataram bakal berakhir antiklimaks. Indikasi kerugian negara belum muncul. Namun penyelidikan masih jalan.

“Kita masih ambil dokumen. (Klarifikasi) saksi belum,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Dari hasil penyelidikan sementara, penyidik menemukan proyek dengan DPA utuh itu dipecah-pecah. Tujuannya agar proyek bisa dikerjakan dengan penunjukan langsung. “Jadi tiga (proyek),” ucapnya.

Proyek akhirnya berjalan. Diantaranya, rehabilitasi atap gedung UPTD Kecamatan Selaparang. Perluasan ruang pertemuan UPTD Kecamatan Selaparang dan Cakranegara, penembokan ruang rapat UPTD Kecamatan Cakranegara dan Sekarbela, dan pembuatan gapura kampung KB di Kecamatan Sekarbela.

Renovasi Gedung dan Bangunan pada Satker P2KB Kota Mataram itu dianggarkan dalam APBN 2019 sebesar Rp897,56 juta. berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek itu dikerjakan dengan penawaran Rp888 juta.

“Awalnya dilaporkan mangkrak. Padahal kontraktor sudah ditunjuk, pekerjaan dimulai. Tapi uangnya yang tidak ada. Ada itu satu proyek,” kata Joko.

Dia mengatakan, hal itu masih dalam pendalaman mengenai indikasi kerugian negaranya. Selain itu, Polresta Mataram juga mengusut proyek pengadaan mobil penerangan pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Mataram tahun 2019.

“Kalau yang mobil itu masih didalami,” pungkas Joko.

Berdasarkan data dihimpun proyek pengadaan mobil penerangan P2KB Kota Mataram ditender pada tahun 2019 lalu dengan pagu anggaran Rp872,92 juta. Proyek itu ditawarkan dengan harga perkiraan sendiri Rp849,99 juta.

Proyek yang diikuti 10 peserta tender itu akhirnya dimenangi PT MAM yang bermarkas di Jakarta Timur dengan penawaran Rp774,52 juta. (why)

  Terdakwa Kasus Rabitah Bakal Dituntut Bayar Ganti Rugi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here