Tak Hiraukan Peringatan, Bule Turki Tewas Tenggelam di Lombok Utara

Korban Mehmet Haluk Beker saat ditangani petugas medis bersama warga dan wisatawan lain beberapa saat setelah dievakuasi. (Suara NTB/humas polda ntb)

Mataram (Suara NTB) – Akibat tidak menghiraukan peringatan tanda bahaya, wisatawan asal Istanbul, Turki tewas tenggelam di Pantai Klui, Dusun Malaka, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Kejadian Kamis 23 Januari 2020 sekitar Pukul 13.00 Wita. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB untuk disemayamkan sementara.

Korban bernama Mehmet Haluk Beker (76), dengan nomor Paspor S20396933. Korban diketahui datang ke Lombok bersama istrinya, menginap di Hotel Jeeva Klui, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Menurut keterangan Herman, saksi yang juga pegawai hotel, awalnya korban hanya berenang di pinggir pantai di sekitar hotel. Namun lambat laun korban menjauh dari garis pantai. Saksi memperingatkan korban agar tidak berenang ke tengah karena ombak saat itu cukup besar. Tidak hanya saksi, istri korban pun turut meneriaki agar korban segera kembali ke pinggir pantai.

“Tapi peringatan itu tidak dihiraukan. Korban terus berenang ke tengah,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto Jumat 23 Januari 2020.

Tak berapa lama kemudian, korban terhempas dan lenyap digulung ombak ganas. Melihat kejadian itu, Herman bersama warga di sekitar pantai berusaha menolong korban dan dievakuasi ke pinggir pantai.

“Saat dibawa ke pinggir pantai korban sudah dalam keadaan lemas. Sempat diberikan tindakan pertolongan pertama. Selanjutnya pihak hotel menghubungi dokter dan ambulance untuk dibawa ke RS Bhayangkara Mataram,” kata Kabid Humas.

Namun naas, sebelum sampai di rumah sakit, nyawa korban tak tertolong.

Menurut keterangan dokter, lanjut Kabid Humas, korban diduga meninggal akibat kelelahan saat berusaha menyelamatkan diri setelah digulung ombak. “Tapi mengingat kondisi fisik korban yang sudah tua, ditambah ombak di lokasi kejadian saat itu sedang pasang sehingga dia kelelahan dan meninggal dunia,” ujar Artanto.

Saat ini korban masih disemayamkan di RS Bhayangkara Polda NTB sambil menunggu keputusan dari Istri korban. (ars)