Beranda NTB Komplotan Diduga Pencuri Mesin Kapal Ditangkap

Komplotan Diduga Pencuri Mesin Kapal Ditangkap

Tersangka pencurian di Gegutu, Rembiga, Mataram dalam pengawalan polisi, Rabu, 22 Januari 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Salah satu ruko di Bertais, Sandubaya, Kota Mataram kebobolan. Ternyata, barang dagangan mesin tempal kapal raib. Pelakunya diduga sebanyak lima orang. Baru satu tersangka yang bisa ditangkap.

“Satu tersangka berinisial AH diamankan,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Rabu, 22 Januari 2020. “Perannya memantau situasi.”

Saat diinterogasi, AH mengaku membobol ruko bersama empat rekannya. Tiga kawannya masuk mengangkut mesin tempel kapal Yamaha Enduro 5 PK. AH bersama satu kawan lainnya di luar.

Sukses mencuri, mesin tempel seharga Rp12 juta laku Rp1,4 juta. mereka ingin menjual cepat sehingga mematok harga miring. “Hasil penjualannya dibagi lima,” kata Artanto.

Tersangka lainnya, AL sudah ditangkap lebih dulu pada Oktober 2019 lalu oleh Polsek Cakranegara. AL berperan mencongkel pintu harmonika ruko. Tiga pelaku lain, RZ, RM, dan HM belum ketemu.

Selain mesin tempel kapal, komplotan itu juga menggondol tangga, mesin bor, mesin gerinda, mesin profil, pompa, pelampung, CCTV, dan kompresor. Kerugian korban sampai Rp40 juta.

Tersangka AH menyusul AL ke penjara dengan sangkaan pidana yang sama, pasal 363 ayat 1 KUHP. Ancamannya paling lama tujuh tahun.

Terpisah, pelaku pencurian juga ditangkap Polresta Mataram Selasa, 21 Januari 2020. Tersangka AD (43) diduga menggasak tiga ponsel dan pengisi daya di sebuah rumah di Gegutu, Rembiga, Selaparang, Mataram.

“Dia melihat korban tertidur di beruga. Di sana HP sama powerbank. Langsung dia ambil,” kata Wakil Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Putu Pujangga.

Aksinya terbongkar saat AD hendak menjual barang curiannya itu di Gomong, Selaparang, Mataram. Meskipun, kartu SIM ponsel korban dicabut, namun tersangka AD sudah lebih dulu terdeteksi. Sebab, AD masih menyimpan kartu itu di dalam kantong jaketnya.

“Tiga HP dan satu power bank dijual Rp400 ribu. Uangnya dia pakai kirim ke keluarganya di Sumbawa,” tandas Pujangga. (why)