Oknum Kepsek Cabul Jadi Tersangka, Korbannya Bertambah

Haryo Tejo Wicaksono.(Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) inisial AM yang diduga mencabuli anak asuhnya, M, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono, SIK, SH mengatakan penetapan tersangka AM usai penyidik mengolah tempat kejadian perkara (TKP)  di kediamannya di Desa Rupe Kecamatan Langgudu belum lama ini.

“Statusnya sudah kita naikan jadi tersangka. Oknum AM resmi jadi tahanan Polres untuk proses penyidikan selanjutnya,” katanya, Selasa, 21 Januari 2020.

Lebih jauh dikatakannya, pada saat mengolah TKP, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perbuatan cabul tersangka. Yakni berupa pakaian korban dan tersangka, foto korban, kain gordin, dan seprei tempat tidur dalam kamar tersangka. “BB yang disita ini sama persis dengan yang ada dalam foto maupun video yang beredar,” katanya.

Baca juga:  Jaksa Periksa Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok

Haryo Tejo menegaskan, tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar pasal 81 Undang-undang (UU) nomor 35 Tahun 2014, tentang perlindungan anak.

Sementara, istri tersangka lanjut Kapolres, untuk sementara diarahkan ke tindak pidana tertentu, karena diduga merekam dan memfoto perbuatan cabul suaminya terhadap korban. “Istri AM inisial SH, ditangani Unit Tipidter terkait penyebaran konten pornografi,” katanya.

Baca juga:  Polisi Ungkap Tiga Kasus di Awal Tahun

Untuk saat ini, SH yang merupakan ASN dititipkan sementara di rumah susun di lingkungan Polres Bima Kota. Selain untuk kepentingan penyelidikan, juga diamankan dari kemungkinan luapan emosi warga dan keluarga korban. “Istrinya belum ditetapkan sebagai tersangka, karena masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Kapolres, pada saat mengolah TKP di rumah tersangka, penyidik menemukan fakta baru. Tersangka tidak hanya mencabuli N, tetapi diduga mencabuli korban lainnya. “Kami menemukan ada korban baru setelah kami melakukan olah TKP di rumah tersangka,” katanya.

Korban baru tersebut lanjutnya juga adalah anak asuh tersangka.  Korban diduga dicabuli sejak SMP dan saat ini korban sudah SMA. Diduga, terakhir kali tersangka mencabuli korban tiga bulan lalu. “Dari keterangan korban yang kedua ini dicabuli oleh tersangka sejak SMP. Kita juga sudah melakukan visum terhadap korban,” katanya.

Baca juga:  Hakim Tolak Eksepsi Dua Terdakwa Kasus Perumahan Subsidi Dompu

Dikatakannya, tersangka mencabuli korban pada saat suasana rumah sedang sepi. Saat istri dan anggota keluarga lainnya sedang tidak ada di rumah. Dengan adanya tambahan korban, pihaknya menetapkan tersangka dengan pasal persetubuhan di bawah umur.

“Jadi, korbannya ada dua anak di bawah umur. Kasus ini akan menjadi atensi kami untuk dituntaskan penanganannya. Kasusnya akan terus kita kembangkan,” pungkasnya. (uki)