Beranda Lombok Timur Kasus Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Sembilan Oknum Anggota Polisi Diajukan ke Pengadilan

Kasus Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Sembilan Oknum Anggota Polisi Diajukan ke Pengadilan

0
12
Para oknum polisi tersangka penganiayaan pelanggar lalu lintas sampai meninggal dunia, Selasa, 21 Januari 2020 dilimpahkan ke jaksa penuntut umum Kejari Lotim di Selong, Lombok Timur. (Suara NTB/ist_Kejari Lombok Timur)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak sembilan oknum polisi anggota Polres Lombok Timur dibawa ke meja hijau. Kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan pelanggar lalu lintas, Zainal Abidin meninggal dunia itu sudah tuntas penyidikannya. Para tersangka diserahkan ke jaksa penuntut umum.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, para tersangka dilimpahkan ke Kejari Lombok Timur. Penanganannya sesuai dengan waktu dan tempat kejadian. “Tersangka dan barang bukti sudah diterima jaksa penuntut umum,” ujarnya Selasa, 21 Januari 2020.
Para tersangka itu antara lain Ahmad Subhan; I Nengah Darta; Irwan Hadi; Muhammad Ali; Nuzul Huzaen; Lalu Awaludin; Bagus Bayu Astaman; Heri Wardana; dan I Wayan Merta Subagia. Barang bukti yang ikut diserahkan diantaranya traffic cone dan sepasang sandal jepit.

“Para tersangka diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP dan atau pasal 351 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Dedi.

Zainal Abidin warga Tunjang Lauk, Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur meregang nyawa Kamis (5/9/2019). Zainal kala itu diduga dikeroyok sekumpulan anggota Polres Lotim.

Zainal kembali mendatangi kantor Polres Lotim setelah siangnya terjaring razia lalu lintas. Zainal kena tilang karena tidak memakai helm dan surat kendaraan tidak ada. Motor Zainal disita.

Zainal malam harinya sekira pukul 20.30 Wita kembali bersama keponakannya, Iksan. Zainal melawan arus dan tidak memakai helm untuk menuju kantor Polres Lotim. Korban dipersilakan duduk. Di sana ada Bripka Nuzul Huzain dan Aipda Wayan Merta. tetapi korban langsung memukul. Mereka bergumul.

Zainal dibawa ke ruang Satreskrim untuk diperiksa. Sepanjang jalan ke ruangan tersebut, Zainal diduga dipukuli lagi. Zainal lalu jatuh tidak sadarkan diri. Setelah dirawat di RSUD Selong, Zainal meninggal dunia.  Nuzul Huzaen juga mendapat perawatan karena luka lebam di wajah dan luka gigit di tangan.

  Dituding Mesum, Pengacara Ini Angkat Bicara

Saksi mata, Iksan mengaku melihat pamannya itu dipukuli. Iksan malam Kamis (5/9) ikut diperiksa polisi sampai dini hari Jumat (6/9) pukul 01.00 Wita. Ponselnya juga sempat disita selama pemeriksaan. (why)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four + 2 =