Bekas Pemandu Wisata Diduga Jadi Pengedar Sabu

Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa (kedua dari kiri), Selasa, 21 Januari 2020 menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari tersangka GD, seorang berkas pemandu wisata yang menjadi pengedar.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Bekas pemandu wisata, GD (33) sudah lama tidak mengantarkan tamu. Belakangan, dia malah berkecimpung ke bisnis jual beli barang haram narkoba. Baru sebulan buka lapak, GD langsung pindah ke ruang tahanan.

“Dia tidak makai narkoba apapun, hanya menjual saja. Baru sebulan,” ungkap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa Selasa, 21 Januari 2020.

Warga Panaraga, Saptamarga, Cakranegara ini mulai berjualan setelah mengenal SA. Orang yang diketahuinya tinggal di Abiantubuh, Cakranegara. Dari SA itu GD mendapat suplai sabu.

Baca juga:  Tekan Peredaran Narkoba, Kelurahan Sapta Marga Gandeng BNN dan Kepolisian

“Polanya dia membeli untuk satu kali edar. Dari bukti yang kita sita, ada enam poket sabu yang sudah siap edar,” sebut Adi.

Selama satu bulan, bisnis haram GD lancar. Sampai pada Senin kemarin, GD kedapatan Polresta Mataram. sabu yang hendak dijualnya batal beredar.

“Dia membeli dari SA sekaligus. Kemudian langganannya yang datang ke dia untuk membeli eceran,” imbuhnya.

Baca juga:  Dua Pelajar SMP Diringkus Usai Konsumsi Sabu

Tim Satresnarkoba bukannya tanpa kesulitan. Tersangka GD berusaha mengelak. Tiga poket sabu dibuang ke rumah sebelah. Tiga poket sisanya dibuangnya ke atap rumah.

Namun, sabu-sabu yang sempat dibuang itu akhirnya dapat disita. Ditambah dengan uang tunai Rp690 ribu dari celana tersangka. uang itu diduga hasil transaksi narkoba.

Barang bukti sabu itu sebanyak enam poket sebanyak 2,74 gram. Masing-masing beratnya, 0,44 gram; 0,48 gram; 0,46 gram, 0,44 gram; 0,46 gram; dan 0,46 gram.

Baca juga:  Bupati Lobar Curiga Ada Oknum Setiap OPD Kecanduan Narkoba

“Pelaku merupakan mantan guide. Dia baru satu bulan ini jual beli sabu. Jadi dia ini khusus pengedar. Dia tidak mengonsumsi. Hasil tes urine-nya negatif,” papar Adi.

GD dikenai pasal 112 dan atau pasal 114 UU Narkotika tentang kepemilikan dan peredaran narkoba. Ancaman penjaranya paling lama 20 tahun dan paling singkat empat tahun. (why)