Konsumsi Sabu dan Miras, Enam Pelajar SMP dan SMA Diamankan ke Mapolres Dompu

Ilustrasi Miras (Wikipedia)

Dompu (Suara NTB) – Satresnarkoba Polres Dompu, berhasil menjaring tujuh remaja pada sebuah kamar kos di Lingkungan Jado Kelurahan Dorotangga, Minggu, 19 Januari 2020 malam. Enam diantaranya masih berstatus sebagai pelajar tingkat SMP dan SMA/Sederajat. Mereka Ad (14) Kv (18) Pr (18) Ir (18) Zk (17) Nf (19) dan LK (22). Ketujuh orang tersebut terjaring saat asik mengkonsumsi miras setelah sehari sebelumnya menggunakan sabu.
Kasatnarkoba Polres Dompu, Iptu Adhar, S. Sos., dikonfirmasi Suara NTB di kantornya, Senin, 20 Januari 2020 menyampaikan, tertangkapnya ketujuh remaja yang tengah asik pesta alkohol murni bercampur bir itu buah tindaklanjut aparat gabungan TNI-Polri atas informasi yang disampaikan masyarakat. Di mana kos milik Ad perempuan asal Desa Katua Desa Mangge Nae ini kerap dijadikan tempat berkumpulnya para pelajar.

Baca juga:  Bandar Pengirim 2 Kilogram Sabu Diburu

Saat patroli malam kemarin berlangsung, didapati mereka tengah mengonsumsi miras. “Ketika patroli tim mendapati mereka sedang mengkonsumsi miras. Ndak ada sabu atau ganja, tapi hanya bong sabu yang ditemukan setelah penggeledahan,” ungkapnya.

Baca juga:  Babinsa dan Babinkamtibmas Gerebek Enam Remaja saat Pesta Miras

Atas temuan salah satu alat yang biasa dimanfaatkan untuk mengkonsumsi sabu itu, tim kemudian menggiring mereka ke mapolres untuk di tes urine. Alhasil, dua diantaranya yakni Lk dan Nf kedapatan positif menyalahgunakan sabu.

Mengingat sebagian besar dari mereka masih tercatat sebagai pelajar serta nihil barang bukti sabu yang ditemukan, lanjut dia, prosesnya terbatas sampai pembinaan dan rehabilitasi. Termasuk membuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari. “Untuk proses selanjutnya di rehab medis dan dibina saja,” ujarnya.

Baca juga:  Miliki 10 Poket Sabu, Warga Maluk Diringkus Polisi

Ditegaskan Adhar, peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah ini sudah cukup memprihatinkan. Bahkan banyak mencekoki kalangan pelajar SMP dan SMA/sederajat. Untuk itu, peranan orang tua dalam mengawasi pergaulan anak sangat diharapkan.

“Karena anak ini masih dibawah bimbingan orang tua, jadi orang tua harus betul-betul mengawasi aktivitas mereka. Kalaupun belajar kelompok tentukan jam pulang dan pastikan dimana tempatnya,” harap dia. (jun)