Buntut PMI Meninggal di Arab Saudi, Tekong Lain Masih Diburu

0
2
Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTB (kiri) menunjukkan barang bukti salinan paspor korban Ida Royani yang direkrut tersangka HMS, Senin, 20 Januari 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tekong HMS, perekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ida Rohayani akan diajukan ke persidangan. Penyidikan kasusnya sudah tuntas. Masih ada dua PMI korban meninggal kebakaran di Attaqwa, Makkah, Arab Saudi lainnya yang kasusnya belum terungkap. Tersangka HMS, Senin, 20 Januari 2020 kemarin dilimpahkan kasusnya ke jaksa penuntut umum. Berkas penyidikannya sudah lengkap.

“Hari ini (kemarin) kita limpahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.

Tersangka HMS merekrut korban Ida Rohayani sebagai pekerja rumah tangga dengan iming-iming, seperti gaji besar dan bonus bisa beribadah di tanah suci. Selain itu, keluarga korban diberi uang fit sebesar Rp5 juta.

“Tersangka memalsukan identitas korban. Umur korban direkayasa. KTP korban pun tidak tercatat di sistem Dukcapil,” terangnya.

Korban Ida akhirnya bisa punya dokumen paspor. Dibekali juga dengan surat sponsor dari perusahaan bodong PT Ridho Hasan Wisata. Rupanya, Ida dibuatkan dokumen untuk berangkat sebagai pelancong. Ida kemudian diserahkan kepada SI, penampung di Jakarta.

“Korban berangkat berdua ke Arab (Saudi) bersama SI. SI masih buron. Informasi terakhir, SI masih di luar negeri,” jelasnya.

Pada 20 Juni 2018, Ida meninggal dunia bersama empat kawan lainnya dalam sebuah kebakaran indekos di Nakasa, Attaqwa, Mekkah, Arab Saudi. Ida yang diidentifikasi meninggal karena menghirup asap itu dimakamkan di sana. Selama bekerja pun, Ida kerap mendapat siksaan dari majikan.

HMS adalah pemain lama. Sudah sejak tahun 1997, HMS merekrut PMI. Modusnya pun sama. Dari penyidikan, HMS baru kedapatan merekrut korban Ida. “Tersangka mendapat bayaran Rp3 juta dari merekrut korban,” ucap Artanto.

  Enam TKI NTB Kabur dari Majikan

PMI Korban meninggal lainnya yakni Siti Nurjanah (24) asal Prapen, Praya, Lombok Tengah; Kaini (32) asal Renteng, Lombok Tengah; Ida Royani (37) asal Renteng, Praya; dan Tari Asma (19) asal Tongkek, Batunyale, Lombok Tengah. Tersangka perekrut Siti Nurjanah, Siti Aisyah sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum lebih dulu awal Januari lalu. Siti Aisyah sedang diproses pengadilan.

“Untuk pelaku perekrut korban lain, kami masih berkoordinasi dengan konsulat. Kami akan kembangkan lagi kasusnya,” pungkas Artanto. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here