Janji Palsu Investasi Bodong VBData

ilustrasi Kerugian (SuaraNTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Keuntungan berlipat investasi  Very Big Data (VBData) hanya isapan jempol belaka. Modus investasi bodong menghimpun dana masyarakat itu terkuak. Sistem penggandaan modal menjebak korbannya untuk terus menyetor dana. Namun, keuntungannya tak semanis janjinya. Kasus tersebut terungkap dari penangkapan tersangka Kamaludin di Pringgabaya, Lombok Timur. Korbannya, sampai rugi belasan juta. Sementara keuntungan nihil.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan tersangka Kamal merupakan jaringan di bawah rekannya Linda. Kamal mengembangkan downline ke korban dan meminta korban menyetor investasi awal. “Diminta isi saldo 900 dollar atau setara Rp16,5 juta,” kata Artanto, Minggu 19 Januari 2020 kemarin. Saldo itu belum cukup. Setiap anggota yang ingin menarik financial coin atau yang dianggap sebagai keuntungan, diharuskan membayar PIN.

Korban menyetor Rp1,5 juta lagi untuk pembelian PIN pertama. Lebih banyak setor saldo, lebih banyak PIN dibutuhkan. “Tersangka menyarankan korban untuk berinvestasi lebih banyak dengan iming-iming keuntungan lebih banyak,” paparnya. Tersangka sempat mengelak ketika korban hendak meminta komisi dari investasinya. Kamal mengatakan keuntungan akan dibayar perusahaan dari Beijing, Tiongkok. Berbulan-bulan sejak Juli 2019 lalu berinvestasi, korban belum juga mendapat komisi.

“Investasi korban melalui akun VBData itu hangus,” sebut Artanto. Polisi setelah mendapat laporan dari korban lantas bergerak membekuk Kamal di rumahnya. Turut disita keping CD rekaman video, bukti transfer, dan rekening koran tabungan korban. Tersangka Kamal dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Artanto mengingkatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan investasi yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. “Pastikan terdaftar di lembaga-lembaga keuangan dan dalam pengawasan resmi pemerintah. Jangan mundah tergiur. Jika ada menemukan segera laporkan,” pungkas Artanto. (why)