Kasus Dugaan Malpraktik, Polisi Periksa Direktur RSUD Bima

Hilmi M. Prayugo.(Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Kasus dugaan malpraktik yang menyebabkan Halimah, warga Kelurahan Ule Kecamatan Asakota Kota Bima meninggal dunia usai disuntik oleh perawat RSUD Bima pada bulan Okbtoer 2019 lalu, tengah diprores oleh penyidik Polres Bima setelah kasus itu dilaporkan pihak keluarga. Direktur RSUD Bima, drg. Ihsan telah diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim setempat belum lama ini.

“Kasus dugaan malpraktik masih diproses. Kemarin juga Direktur RSUD Bima telah diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi M. Prayugo S.IK, Jumat, 17 Januari 2020. Dari hasil pemeriksaan tersebut, lanjut Hilmi, Direktur RSUD Bima mengaku pelayanan medis terhadap pasien bernama Halimah oleh dokter dan perawat RSUD setempat sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Baca juga:  Dicopot, Plang TP4D di Proyek Gili Meno

“Diakui pelayanannya tidak ada kesalahan. Pelayanan sudah memenuhi dan sesuai SOP,” ujar Hilmi. Meski demikian, hal tersebut masih ditelusuri lagi. Bahkan pihak Sat Reskrim setempat akan memanggil ahli medis untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Apalagi kasus tersebut berurusan dengan medis. “Dalam waktu dekat ahli medis akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” katanya.

Baca juga:  Proyek Dermaga Gili Meno Didesak Putus Kontrak

Terpisah Direktur RSUD Bima, drg. Ihsan membenarkan dirinya diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bima Kota terkait kasus dugaan malpraktik yang menyebabkan seorang pasien meninggal dunia. “Iya benar. Diperiksa kemarin,” katanya.

Sayangnya, Ihsan enggan menjelaskan lebih jauh hasil dari pemeriksaan tersebut. Ihsan hanya menyarankan agar menanyakan pemeriksaan tersebut kepada penyidik Polres Bima Kota.  “Silakan tanya sama penyidiknya,” katanya.

Seperti diberitakan Suara NTB sebelumnya, seorang pasien RSUD Bima bernama Halimah (70 tahun), diduga meninggal setelah mendapatkan tiga kali suntikan dari petugas medis RSUD setempat.

Baca juga:  Kasus LCC Narmada, Azril Minta Pihak Lain Diusut

Namun pihak keluarga korban yang didiagnosa mengidap penyakit jantung tidak terima. Mereka menilai meninggalnya almarhumah sangat janggal dan tidak wajar, yakni dengan kondisi kejang-kejang disertai mulut berbusa.

Sebelum melaporkan hal itu ke pihak berwajib, pihak keluarga korban sempat meminta penjelasan medis manajemen RSUD Bima, terkait jenis obat dan suntikan dilakukan oleh perawat. Namun hal itu tidak diindahkan.

Selain itu pihak keluarga juga mempertanyakan mengapa setelah mengonsumi obat dari suntikan itu, korban justru kejang-kejang dan keluar busa dimulut hingga meninggal dunia. (uki)