Penanganan Dugaan Korupsi Aplikator Tetap Dilanjutkan

0
1
Salah satu RTG di Kabupaten Lotim yang belum tuntas akibat aplikatornya bermasalah. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim) hingga saat ini masih melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi dana gempa pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Kecamatan Pringgabaya. Pihak aplikator yang diduga membawa kabur dana gempa tersebut sudah diperiksa di Palembang, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.

Dari pengakuan aplikator tersebut, kata Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SE,SIK, alasannya pergi ke Palembang membawa dana gempa dikarenakan orang tuanya sedang sakit dan akan kembali ke NTB untuk menyelesaikan pekerjaannya berupa pembangunan RTG di wilayah Kecamatan Pringgabaya. Di mana jumlah bantuan di wilayah ini sebesar Rp2 miliar untuk 40 rumah yang mendapatkan bantuan. “Kita sudah periksa langsung yang bersangkutan di Palembang atas dugaan korupsi pembangunan RTG di Desa Pringgabaya,” terangnya di Selong, Jumat, 17 Januari 2020.

Dari data yang dimilikinya, Yogi mengungkapkan total bantuan untuk 40 unit RTG itu sebesar Rp2 miliar. Namun yang sudah dicairkan baru 50 persen atau Rp1 miliar yang diterima oleh aplikator tersebut. Sementara dari dana itu yang dihajatkan untuk pembangunan rumah warga sebanyak 40 unit, fakta di lapangan hanya sampai pembangunan pondasi. Kondisi inipun menjadi tanda tanya bagi pihak kepolisian maupun masyarakat pada umumnya.

“Seharusnya dana Rp1 miliar itu pengerjaan sudah pada penembokan sudah selesai karena untuk rusak berat kan mendapat bantuan Rp50 juta per unit,” kata Yogi.

Untuk itu, rencananya pihak dari Satreskrim Polres Lotim akan menggandeng tim ahli dari akademisi untuk mengecek pekerjaan pembangunan RTG dari dana yang sudah dicairkan tersebut. Apakah sudah sudah sesuai spesifikasi atau tidak. Termasuk berkoordinasi dengan Pemda melalui Inspektorat. Sehingga apabila ditemukan adanya indikasi melawan hukum dengan munculnya kerugian negara, maka pihaknya akan memproses persoalan ini sebagaimana peraturan hukum yang berlaku. (yon)

FacebookTwitterWhatsAppGmailShare
  Dana RTG Mengendap Rp381 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here