Disnaker dan Polisi Buru Tekong Penyelundup 84 TKW

Ilustrasi TKW (Suarantb/dok)

Mataram(Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi NTB bersama Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB bekerjasama ungkap pelaku di balik penyelundupan 84 TKW diduga ilegal. Saksi  korban diharapkan kooperatif memberi keterangan.

Kasubdit IV Ditreskrimum AKBP Ni Pujawati mengaku sedang koordinasi dengan Disnaker Provinsi NTB untuk mendalami tekong dan pihak-pihak yang bertanggung jawab di balik pengiriman TKW tersebut. ‘’Sekarang kami masih koordinasi dengan Disnaker. Sedang minta data data dari para korban,’’ katanya menjawab Suara NTB Jumat, 17 Januari 2020.

Dari keterangan para korban sebelumnya,  ada dua nama yang selalu disebut dalam jaringan pengiriman dari Lombok hingga ke Jakarta.  Tekong atau yang biasa dikenal sponsor bertugas merekrut, selanjutnya sampai di penampungan Surabaya dan Jakarta diserahkan kepada seseorang.

Baca juga:  Tekan Peredaran Narkoba, Kelurahan Sapta Marga Gandeng BNN dan Kepolisian

Menurut Pujawati, kasus ini belum mengarah ke pelaku, karena akan dikoordinasikan dengan Disnaker  Provinsi termasuk ke Subdit Perlindungan di Kementerian Tenaga Kerja RI.

Dia menjelaskan, untuk tahap awal kasus ini tidak langsung mengarah ke dalang dan jaringan pengiriman 84 TKW tersebut. Namun terbuka kemungkinan diusut mengarah ke jaringan  pemain lama. ‘’Soal jaringan itu nanti kita selidiki arahnya ke siapa siapa,’’ jelasnya.

Sementara Kadisnarker Provinsi NTB, Dr. H. Agus Patria menegaskan, pihaknya akan mengungkap siapa di balik pengiriman TKI ilegal tersebut. Keterangan dan informasi itu bisa diperoleh dari para saksi korban. ‘’Tentu ini menjadi domain polisi. Makanya kita koordinasikan dengan Polda NTB nantinya,’’ kata dia.

Baca juga:  Lima TKW Ilegal Asal Mataram Dipulangkan

Namun penilaian awal, unsur Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sudah dapat diperoleh gambaran. Karena ada indikasi para korban dibujuk dan diming iming dengan gaji tertentu.  Unsur penipuan sebagai penguat dalil  TPPO sudah mengarah. ‘’Tapi sekali lagi, ini jadi domain Polda NTB. Nanti kami koordinasi bukti dan saksi pendukungnya,’’ ujar mantan Inspektur pada Inpektorat Provinsi NTB ini.

Penipuan itu diakui para calon TKI. Mereka mengaku tergiur dengan bujuk calo karena akan ditempatkan di Arab Saudi dengan gaji jutaan rupiah. Mereka semakin yakin karena diiming-imingi mendapat dana segar Rp10 juta jika mau diberangkatkan.

Seperti pengakuan Muliati (39), asal Kelurahan Abian Tubuh  Kecamatan Sandubaya Mataram. Dibujuk tekong inisial SB asal Kelurahan Sayang Sayang Cakranegara. Namun dari total uang yang dijanjikan itu, ia baru terima Rp 4,5 juta. Itu pun sudah habis dipakai selama perjalanan dari Mataram ke penampungan  sementara di Surabaya, kemudian berlanjut ke Jakarta.

Baca juga:  Tekan Peredaran Narkoba, Kelurahan Sapta Marga Gandeng BNN dan Kepolisian

“Saya telpon beberapa kali saat di penampungan. Mau tagih yang belum diberikan ke saya. Tapi dia tidak angkat. Sampai sekarang orangnya hilang,”  akunya. Baru sadar jadi korban penipuan setelah digerebek aparat. Kepada Suara NTB ia menceritakan, awal penipuan ketika ia dihubung SB yang sama sekali tidak dikenalnya. Melalui SMS ia terus dibujuk. Pelaku juga merinci tarif ke masing masing negara tanpa dokumen. (ars)