Berbuat Cabul, Oknum Kepsek Mengaku Khilaf

Oknum Kepsek AM, saat diperiksa penyidik di ruangan Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Bima Kota, Kamis, 16 Januari 2020.(Suara NTB/uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) cabul inisial AM, mengakui perbuatan berhubungan badan seperti suami-istri dengan korban inisial NM (19 Tahun). Perbuatannya itu difoto dan bahkan divideokan oleh istrinya sendiri, FN.

Hal itu diungkapkan warga Desa Kuru Janga Kecamatan Langgudu tersebut kepada wartawan seusai diperiksa oleh penyidik di ruangan Unit Tipidter Satuan Reskrim Polres Bima Kota, Kamis, 16 Januari 2020. “Iya benar itu foto dan video saya dengan NM. Istri saya juga merekam dan memfoto,” katanya.

Baca juga:  Nunggak Ongkos Pekerja, Warga Bongkar Proyek Dispora Loteng

Selain difoto istrinya sendiri, AM mengaku juga menfoto sendiri (selfie.red) pada saat berhubungan badan dengan NM. Kata dia, foto-foto tersebut disimpan di handphone pribadi dan istrinya untuk dikoleksi.

“Foto diambil sendiri dan NM dengan cara foto selfie. Foto-fotonya juga hanya beberapa saja, tidak banyak,” ujarnya.

Ia mengatakan perbuatan tidak terpuji tersebut, bermula korban keseringan meminta uang kepadanya. Dari situ, muncul rasa suka hingga memiliki keinginan untuk berhubungan badan dengan korban. “Mulai dari rasa suka dan muncul ingin berhubungan badan,” katanya.

Baca juga:  Oknum Tenaga Honorer Ditangkap Saat Nyabu

AM mengaku tidak ingat sudah berapa kali melakukan perbuatan itu terhadap korban. Namun seingatnya hanya sebanyak lima kali. Tempatnya di rumah AM di Desa Kurujanga dan di rumah yang dijadikan tempat tinggal korban selama kuliah di Kelurahan Mande Kota Bima.

“Baru tahun 2019 saja, bukan dilakukan sejak tahun 2014. Saya melakukan hanya lima kali,” katanya. AM mengatakan, korban dititipkan orang tuanya yang masih ada hubungan keluarga dengan istrinya yang merupakan warga Sarae Ruma Kecamatan Langgudu, untuk tinggal di rumahnya. “NM dititipkan untuk sekolah. Orangtuanya dan istri saya masih ada hubungan keluarga,” katanya.

Baca juga:  LHP Kasus Bawang Dianalisa

Setelah kasus itu terbongkar, AM mengaku khilaf. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Terutama masyarakat desa asalnya dan keluarga korban. Sebagai ASN, Ia juga meminta maaf kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima serta insan dunia pendidikan.

“Semuanya saya minta maaf. Karena saya sudah khilaf, apapun hukumannya saya terima. Dengan nyawapun saya sudah siap terima,” pungkasnya. (uki)