Kasus Bangunan RTG KLU, Polisi Cari Indikasi Kerugian Negara

Elyas Ericson. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kasus dana RTG rehab rekon pascagempa Lombok masih digarap Polres Lombok Utara. Penyidik Unit Tipikor mendalami indikasi kerugian negara. Sebanyak empat kasus tersebut dalam tahap penyelidikan.

“Untuk awal (indikasi kerugian negara) kita hitung sendiri. Kalau sudah naik penyidikan, kita pakai ahli,” ucap Kasatreskrim Polres Lombok Utara, AKP Elyas Ericson, Rabu, 15 Januari 2020.

Baca juga:  Kasus RS Pratama Dompu akan Naik ke Penyidikan

Untuk tahap penyelidikan ini, imbuh dia, ahli konstruksi sudah dilibatkan untuk menghitung capaian fisik pekerjaan RTG. Selanjutnya, hasilnya dihitung auditor keuangan negara. Penyidik masih mengumpulkan data lapangan. Termasuk diantaranya klarifikasi saksi dari Pokmas penerima bantuan dana RTG, warga penerima bantuan, fasilitator, aplikator, dan toko bahan bangunan.

Baca juga:  Dana Bantuan Rehab-Rekon Rp 21,7 Miliar Dikembalikan

“Ya kita hitung saja, laporannya yang ada sekarang berapa, terus pokmasnya berapa, di situ (setiap pokmas) ada berapa penerima, pastinya di sana ada kerugian. Ini lah yang menjadi tantangan beratnya,” jelas Ericson.

Kasus dana RTG mulai ditangani sejak dilaporkan masyarakat. Diantaranya dugaan penggelembungan spek RTG Desa Malaka, Pemenang, Lombok Utara.

Baca juga:  Kasus Sewa Lahan, Kades Sesela Klaim Tidak Terlibat

Kemudian, dugaan penipuan pembangunan RTG di Kayangan, Lombok Utara. Dugaan penyimpangan bantuan dan dugaan bangunan tidak sesuai spek dan dugaan penyimpangan dana rehab rekon di empat desa di Lombok Utara. (why)