Rp196 Juta Raib, Mantan Kades Jadi Korban Pembobolan ATM

Korban pembobolan ATM, M. Asharudin menunjukkan buku tabungannya yang sudah terkuras habis. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Salah seorang mantan kades di Lombok Barat menjadi korban pembobolan ATM yang diduga menggunakan teknik skimming. Tak tanggung-tanggung, mantan Kades di Kuripan ini harus kehilangan uang Rp 196 juta lebih.

Korban pun mempertanyakan kejelasan tanggung jawab dari Perbankan untuk mengembalikan uangnya, sebab beberapa bulan kasus ini menimpanya uangnya tak kunjung diganti. Kasus ini pun sudah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Lombok Barat.

Mantan kepala desa wilayah Kuripan, M. Ansharudin mengakui bahwa kejadian apes ATM nya dibobol terjadi tanggal 2 November 2019 lalu saat mengambil uang di ATM wilayah Kediri.

“ATM saya saat itu ketelan di mesin ATM, uang saya Rp196.700.000 habis diambil (dibobol) dari ATM saya yang ketelan. Jadi saya menuntut ganti rugi dari pihak bank,” tegas mantan Caleg Golkar ini.

Dijelaskan, saat kejadian itu ia hendak mengambil uang ke mesin ATM di wilayah Kediri. Namun apes, ATM-nya tertelan sebelum menekan menu di mesin ATM tersebut.

Baca juga:  Lomba Foto Pariwisata dan Budaya, Bank NTB Syariah Siapkan Hadiah Rp60 Juta

Mengetahui ATM-nya tertelan, ia pun langsung menghubungi call center BRI namun saat itu ia tak punya pulsa, sehingga ia melapor ke kantor unit Kediri. Pihak keamanan pun menerangkan bahwa kalau tertelan ATM maka otomatis diblokir. Atas penjelasan itu ia pun sedikit tenang.

Ia pun diminta kembali ke kantor unit Senin lusanya dengan membawa KTP dan buku tabungan. Namun pihak BRI menganggap kalau dirinya tak melapor call center, padahal dirinya sudah melapor dan diminta oleh petugas keamanan cukup membuat ATM baru. Bahkan ia dianggap membocorkan nomor PIN. Padahal dirinya belum memencet pin, karena ATM nya tertelan mesin sebelum muncul menu di mesin ATM.

Alangkah kagetnya, ia mengetahui uangnya sudah dikuras habis ketika mengurus pembuatan ATM baru dan berencana menarik uang tunai Rp90 juta Senin lusanya. Sambil mengurus penarikan tunai ia pun sekalian membuat ATM. Ia pun melaporkan kejadian yang menimpanya. Pihak petugas bank pun membuat ATM-nya.

Baca juga:  Skimming ATM BNI, Bule Bulgaria Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Setelah ATM nya selesai dibuat, ia pun langsung mengecek saldo di mesin ATM di kantor unit tersebut. “Tahu-tahu nya setelah saya cek saldo saya tersisa Rp 125 ribu,”aku dia.

Ia pun buru-buru masuk lagi melapor kan bahwa uangnya sudah habis dikuras. Ternyata setelah diprint out buku tabungannya oleh petugas bank, uangnya diambil puluhan kali penarikan pada malam hari saat ATM-nya tertelan. Akhirnya ia diarahkan ke pimpinan Cabang Kediri dan difasilitasi melapor ke call center pusat.

“Saya diminta menunggu 20 hari kerja, saya langsung melapor hari itu juga,” tegas dia.

Saat ini, pihaknya menunggu iktikad baik penggantian uangnya. Karena ia merasa menjadi korban. Senin, 13 Januari 2020, pihaknya sudah difasilitasi bertemu dengan kepala unit Kediri, bagian personalia dan pihak BRI Mataram.

Hasilnya kata dia, pihak terkait akan difasilitasi ke BRI pusat untuk proses penggantiannya. Sedangkan penanganan di kepolisian sejauh ini tengah berlangsung. Sementara itu, kepala cabang unit Kediri Sinung membenarkan adanya persoalan nasabah mantan kades tersebut. Penanganan masalah ini kata dia tengah dalam proses.

Baca juga:  Pertumbuhan Industri Keuangan di NTB Lampaui Nasional

“Itu masih dalam proses,”Jelas dia. Pihaknya sudah memfasilitasi pertemuan antara nasabah dengan pihak bagian terkait. Pihaknya tidak diam dalam menangani persoalan ini, rencananya besok akan dilakukan pertemuan lagi dan hasilnya dikirim ke Jakarta. “Kami kirim ke Jakarta,” ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya terus menindaklanjuti persoalan ini. Menurut dia butuh waktu untuk proses penanganan masalah ini. Karena ada beberapa macam kasus ada yang berat dan ringan. Penanganannya pun memiliki waktu tertentu, tidak semua kasus sama waktu penangananya dan tidak melihat besaran uang nasabah. “Yang jelas kami terus tindaklanjuti,” aku dia.

Kasatreskrim polres lobar AKP Priyo Suhartono mengakui telah menangani pengaduan dugaan kasus pembobolan ATM yang menimpa mantan kades tersebut. “Kami sudah terima aduan, tapi pelakunya belum terungkap,” kata Kasatreskrim ini. (Her)