Beranda Lombok Barat Empat Tahun Pembayaran PJU, Lobar “Gali Lubang Tutup Lubang”

Empat Tahun Pembayaran PJU, Lobar “Gali Lubang Tutup Lubang”

0
1
Ilustrasi PJU (suarantb.com/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Tunggakan pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU) yang menjadi atensi Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, rupanya telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Terhitung empat tahun terjadi tunggakan pembayaran, mulai tahun 2016 hingga 2019 piutang pembayaran PJU selama dua bulan dengan jumlah rata-rata Rp2,5 miliar. Pembayaran piutang tahun bersangkutan (tahun berjalan) pun dilakukan tahun berikutnya dan termasuk dengan pembayaran tahun berjalan tersebut.

Kabid Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lobar H. Saefullah yang dikonfirmasi akhir pekan kemarin menyebut, pembayaran PJU tahun 2016 sebesar Rp 20,9 miliar lebih. Pembayaran tahun 2016 ini ada tunggakan dua bulan, namun sudah dibayarkan tahun 2017. Lalu pembayaran PJU ini menurun di tahun 2017 sebesar Rp 20,3 miliar lebih.

Tahun 2017 ini pun terdapat tunggakan selama dua bulan dan dibayarkan tahun 2018. Tahun 2018 lanjut dia, alokasi untuk pembayaran PJU Rp 19,0 miliar lebih, terjadi penurunan yang signifikan. Untuk tahun 2018 ini terdapat tunggakan yang lumayan besar, mencapai empat bulan dengan angka Rp 4,8 miliar lebih. Kemudian tahun 2019 pembayaran PJU sebesar Rp 16 miliar dan tunggakan dua bulan sebesar Rp 2,5 miliar.

“Tahun 2016 itu nunggak dua bulan, sudah dibayar. 2017 nunggak, sudah kebayar. Tahun 2018 nunggak empat bulan akibat gempa, sudah dilunasi. Dan tahun 2019, dua bulan nunggak sudah dilunasi,” akunya.

Rata-rata, ujarnya, dalam setahun ini, pemda menunggak dua bulan dengan nilai Rp 1,2  miliar per bulan sehingga mencapai Rp2,4,-2,5 miliar dua bulannya. Berdasarkan data dinas terkait, setiap bulan pembayaran PJU bervariasi. Mulai bulan Januari 2019, pembayaran mencapai Rp 1,737 miliar lebih, bulan Maret turun menjadi Rp 1,5 miliar lebih, bulan Maret menurun menjadi Rp 1,389 miliar lebih. Pada bulan April dan Mei, pembayaran PJU nyaris sama besar Rp 1,313 miliar lebih. Lalu bulan Juni menurun menjadi Rp 1,236 miliar lebih dan Juli sedikit naik menjadi Rp 1,298 miliar lebih. Bulan Agustus naik lagi menjadi Rp 1,314 miliar lebih,  lalu pada bulan September menurun menjadi Rp 1,289 miliar lebih dan menurun lagi pada bulan Oktober menjadi Rp 1,274 miliar lebih.

  Pencuri Ornamen PJU Diringkus Polisi

Untuk dua bulan tersisa yang menjadi tunggakan di PLN masing-masing pembayarannya mencapai Rp1,268 miliar lebih pada bukan November dan  Rp 1,269 pada bulan Desember.  Total tagihan tahun 2019 mencapai Rp 16,205 miliar lebih. Demikian pula untuk penerimaan pajak penerang jalan (PPJ) yang diperoleh Pemda tahun 2019 bervariasi. Bulan Januari penerimaan PPJ mencapai Rp 1,767 miliar lebih, naik menjadi Rp 2,283 pada bulan Februari, turun pada bulan Maret menjadi Rp 2,155 miliar lebih.

PPJ ini mengalami sedikit kenaikan pada Bulan April menjadi Rp 2,182 miliar lebih dan naik signifikan pada bulan Mei Rp 2,289 miliar lebih. Pada bulan Juni menurun menjadi Rp 2,177 miliar lebih dan pada bulan Juli menjadi Rp 2,161 miliar lebih. Kemudian pada bulan Agustus terdapat kenaikan menjadi Rp 2,204 miliar lebih, menurun drastis pada bulan Oktober Rp 1,861 miliar lebih. Lalu naik lagi pada bulan September menjadi Rp 2,708miliar lebih. Dan pada dua bulan (November dan Desember) menurun lagi pada bulan November menjadi Rp 2,402 miliar lebih dan Rp 2,155 miliar pada bulan Desember, sehingga total penerimaan PPJ mencapai Rp 26,348 miliar lebih. Setelah dikurangi pembayaran PJU, terdapat surplus penerimaan PPJ mencapai Rp10,143 miliar lebih. (her)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 + 2 =