Beranda Dompu Kredit Modal Kerja Perumahan, Kasus Lanjut ke Pengadilan

Kredit Modal Kerja Perumahan, Kasus Lanjut ke Pengadilan

Gunawan Wibisono (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik Kejati NTB sudah tidak gamang lagi melanjutkan kasus kredit modal kerja pembangunan perumahan di Kabupaten Dompu tahun 2018. Pasalnya, jaksa sudah yakin bahwa kasus itu tetap harus masuk ke persidangan. Meskipun, pinjaman kredit yang diduga bermasalah itu sudah lunas bayar sebelum jatuh tempo.

“Kasus tetap lanjut walaupun (kredit) dilunasi. Kan ada pasal 4 (UU Tipikor),” ucap Aspidsus Kejati NTB Gunawan Wibisono dikonfirmasi Jumat (3/1) kemarin. Pasal 4 tersebut menegaskan pengembalian kerugian negara tidak menghapus kesalahan pidana. Dia menegaskan, kasus tersebut akan diproses berbarengan dua tersangka. “Dua berkas lanjut,” imbuh dia.

Kredit dengan rekening PT Pesona Dompu Mandiri pada KCPS Bank NTB Dompu telah dilunasi pada Rabu (6/11) lalu. Besaran nilai pelunasan yang Rp6,85 miliar terhitung bunga dan denda. Dalam kasus itu, dua tersangka yakni mantan Kepala Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Bank NTB Dompu, Syarifudin Ramdan, dan Direktur PT PDM Surahman dijerat dengan dua pasal, yakni pasal 2 dan atau pasal 3 UU RI No20/2001 tentang perubahan atas UU RI No31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Para tersangka diduga bersama-sama korupsi dalam proses pemberian kredit modal kerja dari Bank NTB Cabang Dompu kepada PT PDM senilai Rp6,3 miliar. Nilai tersebut merupakan besaran kredit yang sudah dikucurkan dari total Rp10 miliar. (why)