Eksekusi Putusan Pengadilan, KPK Jebloskan Kurniadie ke Lapas Karawang

Kurniadie. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – KPK mengeksekusi putusan mantan Kepala Imigrasi Mataram terpidana suap Rp1,2 miliar, Kurniadie. Kurniadie dipindahkan ke Lapas Karawang Jawa Barat dari Rutan Polda NTB. Sementara kompatriotnya, mantan Kasi Inteldakim Imigrasi Mataram Yusriansyah Fajrin dipindahkan ke Lapas Tangerang, Banten.

Pemindahan para terpidana itu merupakan bagian dari proses eksekusi putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram atas perkara suap Rp1,2 miliar. KPK mengeksekusi dua terpidana itu karena putusannya sudah inkrah. Tidak ada upaya hukum lanjutan baik dari JPU maupun masing-masing terpidana.

“Iya (Kurniadie) sudah dieksekusi,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK Taufik Ibnugroho dikonfirmasi, Selasa, 14 Januari 2020. Kurnidie dikabulkan permohonannya mengenai pemindahan eksekusi pidananya.

“Iya dikabulkan,” imbuh Taufik.

Kurniadie dieksekusi ke Lapas Karawang, Jawa Barat. Alasannya, Kurniadie ingin lebih dekat dengan keluarganya meski mendekam di penjara. Begitu juga dengan Yusri yang meminta dipindah ke Lapas Tangerang, Banten.

Baca juga:  Vonis Kurniadie Inkrah

Sementara mengenai pidana denda, terpidana masih punya sisa waktu untuk membayar. Termasuk pidana pembayaran uang pengganti sampai tenggat awal Februari.

Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda NTB AKBP Rifa’i mengonfirmasi bahwa Kurniadie sudah dibawa tim jaksa KPK untuk dieksekusi. “Sudah dipindahkan dari sini (Rutan Polda NTB) ke (Lapas) Karawang,” ujarnya singkat.

Kurniadie dijatuhi vonis penjara selama lima tahun. Kurniadie terbukti bersalah sesuai dakwaan pasal 12a UU Tipikor. Juga pidana denda Rp300 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.

Kurniadie juga dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp824,2 juta. yang apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama empat tahun. Vonis itu akibat Kurniadie terbukti menerima suap dari Direktur PT WBI Liliana Hidayat –Rp800 juta dari total pemberian Rp1,2 miliar.

Baca juga:  Vonis Suap Kasus Imigrasi, Kurniadie Lima Tahun, Yusri Empat Tahun

Suap diberikan untuk menghentikan kasus dua WNA yang disidik karena diduga melanggar izin tinggal dengan bekerja di Wyndham Sundancer Resort Sekotong, Lombok Barat.

Kurniadie juga terbukti menerima setoran pungli setoran pungli dari layanan pembuatan paspor dan penggantian paspor hilang atau rusak sepanjang Januari-April 2019 sebesar Rp359,7 juta.

Sementara, Yusri dihukum penjara selama empat tahun dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Yusri juga dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti Rp121,1 juta. Apabila tidak dibayar maka diganti pidana penjara selama dua tahun.

Menurut hakim, Yusri terbukti menerima jatah Rp300 juta dari total Rp1,2 miliar. Sebanyak Rp75 juta diantaranya diambil sendiri dan sisanya dibagikan kepada para pegawai Kantor Imigrasi Mataram. Selain itu, Yusri menurut jaksa terbukti menerima setoran pungli layanan penggantian paspor hilang atau rusak sebesar Rp125,4 juta sepanjang Januari-April 2019. (why)