ABI Diminta Kembalikan Berkas dan Uang Masyarakat

Muhammad Hirsan (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Asosiasi Broker Indonesia (ABI) diminta untuk secepatnya mengembalikan berkas uang yang sebelumnya ditarik oleh masyarakat dalam hal ini para mantan TKI atau PMI purna di Kabupaten Lotim. Pasalnya, kegiatan yang dilakukan tersebut secara jelas-jelas merupakan unsur penipuan tanpa adanya landasan hukum yang jelas.

Kepala Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Lotim, Muhammad Hirsan, Kamis, 9 Januari 2020, mengatakan jika pihaknya kembali melakukan pemantauan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh ABI yang berkantor di Desa Masbagik Selatan Kecamatan Masbagik. Pemantauan ini untuk memastikan apakah aktivitasnya masih dilakukan atau tidak.

Baca juga:  ABI Kembalikan Berkas dan Uang Mantan TKI

Selain itu, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan Ketum ABI terkait surat yang sudah dilayangkan kepada yang bersangkutan. Apabila surat tersebut tidak diindahkan, maka persoalan ini akan dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH). Terdapat beberapa pelanggaran hukum yang dilakukan, salah satunya berupa pencatutan nama lembaga atau pemerintah dalam menjalankan aksinya dan menjanjikan masyarakat bantuan.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Broker Indonesia (ABI) pusat, Lalu Ahmad Nurdi Hardi Wirawan, mengatakan jika apa yang dijalankan ini merupakan program dari pemerintah berdasarkan informasi yang diberikan oleh salah satu rekannya, yakni Hj. Misra’ah.

Baca juga:  Pemda Lobar Belum Berlakukan KLB DBD

Dari komunikasi yang terbangun bahwa dibutuhkan sekitar 500 purna PMI untuk diberikan bantuan dan dibuatkan rekening. Atas dasar itulah ia mencari purna-purna PMI di Kabupaten Lotim hingga terkumpul ratusan orang.

Kasi Intelijen Kejari Lotim, Irawan Soehendra, mengungkapkan jika kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh ABI masuk dalam ranah pidana umum. Untuk itu, kata dia, alurnya harus dari pihak kepolisian setelah itu dilimpahkan ke Kejaksaan.

Hal senada disampaikan, Kasi Pidum Kejari Lotim, Erick menjelaskan jika dugaan penipuan ini nantinya dikoordinasikan dengan Polres Lotim. (yon)