Polda NTB Usut TPPU Penipuan Rp18 Miliar Investor Resort

0
5
Lokasi lahan di Pantai Meang, Sekotong, Lombok Barat yang terkait kasus penipuan investor Rp18 miliar. Kasus TPPU-nya kini sedang didalami Polda NTB. (Suara NTB/ist_Andi Purwanto)

Mataram (Suara NTB) – Investor resort kawasan wisata Lombok diduga ditipu pialang lahan Rp18 miliar. Polda NTB mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari penipuan tersebut. Uang diduga hasil penipuan itu sudah dipakai membeli puluhan lahan.

“Uangnya itu kita telusuri sudah dipakai untuk membeli tanah lagi,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharudin, dikonfirmasi Selasa, 17 Desember 2019.

Pelakunya, H Zaenudin diduga mengaburkan uang hasil tindak pidana. Dalam bentuk, menjadikannya lahan di berbagai tempat berbeda. Pelaku juga diduga beraksi bersama istrinya, Rohini. “Aset-asetnya masih kita telusuri,” jelasnya.

Kasus penipuan itu sebelumnya sudah menyeret Zaenudin ke sel. Pengadilan Negeri Mataram menghukumnya dengan pidana penjara 3,5 tahun. Di tingkat banding turun menjadi 2,5 tahun penjara. Di tingkat kasasi diperberat lagi menjadi 3 tahun penjara.

“Kalau TPPU kan harus ada pidana pokoknya. Yang penipuan itu kan sudah vonis. Makanya kita tindaklanjuti dengan TPPU-nya,” sebut Syamsudin.

Korbannya, Andre Setiadi Karyadi kena iming-iming Zaenudin yang menawarkan tiga titik lahan. Yakni di Pandanan dan Meang, Sekotong, Lombok Barat; serta di kawasan Pantai Surga, Jerowaru, Lombok Timur. Total luasnya 8 hektare.

Zaenudin pada tahun 2011 sukses meyakinkan Andre untuk membeli tiga bidang tanah di lokasi-lokasi tersebut seharga Rp18 miliar. Meskipun, Zaeundin cuma bermodalkan sporadik. Sementara di lahan-lahan itu tanah masih atas nama orang selain Zaenudin.

Korban tidak bisa memproses balik nama. Namun Zaenudin tetap menyakinkan korban dengan jaminan 11 sertifikat tanah lain. Jaminan itu sebagai pegangan korban selama proses balik nama tanah yang diperjualbelikan tersebut.

Kuasa hukum Andre, Triyatmoko Andi Purwanto menjelaskan, kliennya pada waktu itu percaya saja. Harga deal kemudian mereka transaksi melalui tunai dan transfer sebesar Rp18 juta. “Klien saya yang bekerja di Amerika ingin membangun resort,” ujarnya saat dihubungi terpisah.

  Gedung Baru Setwan NTB Tak Dapat Difungsikan

Namun ternyata, setelah uang ditransfer sporadik tidak kunjung bisa dibalik nama. Apalagi disertifikatan. Rupanya, lahan di Pandanan itu milik PT Graha Wita Santika. “Tanah itu punya orang lain. Dulu Zaenudin meyakinkan klien saya dengan memotong plang nama,” kata Andi.

Sampai kemudian, kasus itu diperkarakan. Lalu terungkap, pelaku sudah mengalihkan uang itu menjadi 69 sporadik untuk lahan seluas 40 hektare di kawasan Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat.

“Kami berharap Polda NTB mengusut tuntas. Baik pelaku dan istri pelaku yang terlibat dalam transaksi pembelian tanah dengan uang yang kita duga dari hasil penipuan tersebut,” tandas Andi. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here