Terduga Pencuri Spesialis SD dan Pesantren Diciduk

Kapolres Mataram, H SYaiful Alam (kiri) menginterogasi dua pelaku pencurian burung di Lingsar, Lombok Barat. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Aksi pencurian di lingkungan pendidikan di wilayah Lingsar, Lombok Barat belakangan ini tak lagi meresahkan. Para pelakunya sudah ditangkap. Mereka mencuri dengan dalih ekonomi. Padahal alasannya tak lain untuk membeli minuman keras.

Dua pelaku, Zakkal (21) dan Toni (20) menyelinap masuk halaman belakang SDN 4 Batu Kumbung, Lingsar, Lombok Barat. Mereka mengambil mesin air sore hari Senin lalu di kala sekolah sudah bubaran.

“Mesin dipatahkan lalu digotong keluar lewat pintu belakang,” ungkap Kapolres Mataram AKBP H. Syaiful Alam didampingi Kapolsek Lingsar Iptu Gede Sukarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

Baca juga:  Rampok Modus Pergok Mesum Ditangkap

Mereka memang mengincar mesin itu sejak iseng-iseng main di halaman sekolah. Mesin tersebut digotong berdua. Motor dibawa kabur ke wilayah Tanak Tepong, Narmada. Namun, mesin hasil curian itu batal dijual karena aksi mereka ketahuan.

“Di rumah salah satu pelaku kita temukan mesin air juga. Diduga hasil curian di tempat berbeda,” imbuh Kapolres. Uang hasil mencuri itu rencananya mau dipakai untuk membeli minuman keras. Motif yang sama melatari Diki (19) dan Panji (19) nekat mencuri burung. Mereka diduga mencuri Burung Kecial di Desa Gontoran, Lingsar, Lombok Barat.

Baca juga:  Terduga Pencuri Spesialis Perumahan Kuras Tabungan Korban

Burung yang sering juara kontes kicau dan dihargai Rp4 juta itu dijual Rp260 ribu. Dua sekawan itu melihat burung tergantung di dalam sangkar. Lalu timbul niat untuk mencuri. “Situasi saat itu sepi,” kata Alam. Mereka sukses membawa pulang burung Kecial itu ke rumahnya, di Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat.

Burung itu dijual dan laku Rp260 ribu. “Burung yang dicuri itu memang sering menang kontes,” imbuhnya. Dalam aksi pencurian sepekan ini, Nasib Juliadi (19) dan Zaen (19) lebih apes. Mereka kepergok santri Ponpes Al Istiqomah Desa Lingsar, Lombok Barat. “Mereka mengambil dua tabung elpiji 3 Kg,” terang Kapolres.

Baca juga:  Mayat Dalam Plastik di Senggigi, Diduga Korban Pembunuhan

Santri yang memergoki dua pelaku itu awalnya tidak langsung dapat menangkap. Akibat teriakan maling, warga setempat langsung bersiaga. Juli dan Zaen sempat menggeber motornya untuk kabur. Namun tidak bisa lari jauh karena dihentikan warga. “Dari hasil interogasi, malam itu mereka nekat mencuri karena mencari uang untuk membeli tuak,” pungkas Alam. (why)