Kejati NTB Bidik Dana Penyertaan Modal di Kasus LCC

Arif (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Tinggi NTB membidik masalah lain pada perusahaan daerah PT Tripat Lombok Barat. Selain soal agunan lahan mal Lombok City Center (LCC), penyelidikan akan diperluas pada penyertaan modal.

Kepastian mengusut dana penyertaan modal daerah itu disampaikan Kajati NTB, Arif SH.,MM setelah pihaknya menemukan fakta- fakta baru terkait kasus ini. Selain agunan lahan 8,4 hektar senilai Rp95 miliar, Pidsus sedikit menggeser arah penyelidikan ke dana penyertaan modal yang dijadikan biaya operasional dan kelangsungan usaha.

Baca juga:  Kasus Tower Desa Sesela, Belasan Saksi Diperiksa Auditor

Penyertaan modal diketahui senilai Rp25 miliar, tercatat sejak tahun 2010 hingga 2018. Penyertaan modal itu bertahap dialirkan ke perusahaan daerah tersebut, termasuk peruntukan pembiayaan Kesepakatan Operasional (KSO) dengan PT. Blis selaku pengelolaa LCC.

‘’Jadi kita agak geser sedikit penyelidikannya pada dana penyertaan modal ini,” ujar Arif, Senin, 27 Mei 2019.

Baca juga:  Kasus Sewa Lahan, Kades Sesela Klaim Tidak Terlibat

Pihaknya menemukan indikasi masalah lain selain soal agunan tersebut. Dana operasional yang digunakan. ‘’Tapi soal berapa besarnya, dan apanya, itu nanti di Pidsus yang tahu,’’ ujarnya.

Gambaran diperolehnya, penyertaan modal dari Pemkab Lobar pada PT. Tripat yang mengelola LCC mendapat suntikan setiap tahunnya. Meski ada pergantian direktur, dana penyertaan modal tetap disalurkan. ‘’Jadi ada anggaran anggaran yang terindikasi tidak jelas penggunaannya. Ini yang coba kita cermati,” ujarnya.

Baca juga:  Kasus Rababaka Rugikan Negara Rp400 Juta

Saat ini sedang dilakukan pendalaman indikasi pidana pada penggunaan dana operasional dari penyertaan modal tersebut. Penggunaan anggaran selama ini untuk operasional sejumlah unit usaha di bidang pariwisata dan usaha lainnya oleh PT. Tripat. (ars)