Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Sambelia, Jaksa Kembali Periksa Sejumlah Pejabat Lotim

Kasi Pidsus Kejari Lotim,  Wasita Triantara (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pasca ditetapkannya dua tersangka dalam kasus pembangunan Pasar Tradisional Sambelia Lombok Timur (Lotim) tahun 2015. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, Rabu,  11 Desember 2019  kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemkab Lotim. Pemeriksaan atas status tersangka PPK inisial LM dan rekanan, A.

 “Iya pemeriksaan masih terus berjalan. Yang dulu kan pemeriksaan di penyidikan umum untuk mencari tersangka. Sekarang pemeriksaan setelah adanya penetapan tersangka,” terang Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lotim, Wasita Triantara, kepada Suara NTB.

Dikatakannya, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka tersebut. Di mana LM saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan rekanan, A yang saat ini sudah lanjut usia. Akan tetapi, kata Wasita, pemeriksaan keduanya belum diagendakan terlebih dilakukan penahanan. Saat ini, yang sedang berjalan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak-pihak yang ada kaitannya dalam pembangunan Pasar Tradisional Sambelia.

Dalam kasus ini, para tersangka dipersilakan untuk mengganti kerugian negara yang timbul atas perbuatannya tersebut sebesar 20 persen dari perkiraan sementara. Pihak Kejari Lotim masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penggantian kerugian negara tersebut hanya untuk meringankan hukuman di persidangan dan bukan untuk menggugurkan status tersangkanya.

 “Status tersangka tetap jalan. Tapi kita persilakan untuk tersangka jika ada itikad baiknya untuk membayar kerugian negara yang timbul. Itu untuk meringankan tuntutan,”terang Wasita.

Diketahui bahwa dalam penyidikan kasus ini, Kejari Lotim menggunakan dua ahli yakni ahli teknis bangunan dari akademisi dan ahli penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sementara untuk kerugian negara dalam kasus ini masih berjalan. Namun diperkirakan kerugian negara yang ditimbul sebesar 20 persen dari nilai proyek sebesar Rp1,9 miliar.

Kasi Intelijen Kejari Lotim, Irawan Soehendra, menambahkan jika pemeriksaan terhadap kedua tersangka pastinya akan diagendakan. Untuk pemeriksaan sejumlah pejabat terkait terkait sudah adanya tersangka sesuai kebutuhan dalam penyidikan. (yon)