Diduga Bisnis Sabu, Satu Keluarga Diamankan Polisi

Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa (tengah) Selasa, 10 Desember 2019 menunjukkan barang bukti poket sabu yang disita dari sekeluarga pengedar. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Empat orang diamankan dari sebuah rumah di Dasan Agung, Selaparang, Kota Mataram. Para pelaku yang merupakan adik kakak dan saudara sepupu itu diduga menjalankan bisnis haram jual beli sabu. Mereka baru mendapat kiriman stok barang yang akan diedarkan untuk persediaan perayaan tahun baru nanti.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, empat tersangka itu memiliki hubungan keluarga. Mereka baru memulai bisnis sabu dua minggu belakangan.

Baca juga:  Napi Kendalikan Bisnis Sabu, Lapas Mataram Akui Kecolongan

“Mereka masih satu keluarga. Mereka bekerjasama. Masing-masing ada perannya,” terangnya Selasa, 10 Desember 2019 kemarin.

Empat orang itu identitasnya antara lain, RY (21), WA (19), MA (20), dan RA (58). Mereka selama ini menjalankan bisnisnya dengan rapi. Setelah mendapat suplai dari bandar, sabu lalu dipecah dengan ukuran eceran. Saat digerebek, mereka tertangkap basah sedang mengemas sabu tersebut.

“Kita masih fokus pada WA dan RY. Setelah mendapat barang dari sumber, WA kemudian yang bagian menumbuk untuk dipecah-pecah. RY memasukkan sabu ke dalam poket-poket kecil,” terangnya.

Baca juga:  KSB Lanjutkan Tes Urine Seluruh Pegawai

Barang bukti yang disita sebanyak 33 poket dengan berat 12,54 gram. Sabu dalam ukuran poket kecil itu sudah siap diedarkan. Dari satu kali kulakan, mereka mendapatkan keuntungan Rp2 juta.

“Satu kali ambil mereka cepat dapat kembali keuntungannya. Rencananya akan dipasarkan di wilayah Mataram untuk persiapan nanti kegiatan tahun baru,” beber Adi. (why)