Tersangka Kasus RTG Sigerongan Bisa Bertambah

Guntur Herditrianto (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi penyaluran dana rehabilitasi gempa di Desa Sigerongan, Lingsar, Lombok Barat. Gelar perkara itu untuk menjabarkan konstruksi hukum kasus dengan kerugian negara Rp410 juta tersebut. Tersangka dapat bertambah menjadi lebih dari satu orang.

Kapolresta Mataram AKBP Guntur Herditrianto enggan membeberkan mengenai tambahan tersangka tersebut. “Yang jelas sudah gelar perkara,” ungkapnya dikonfirmasi kemarin, Senin, 9 Desember 2019 saat ditanya mengenai tambahan tersangka.

Kasus dugaan korupsi Pokmas Repok Jati Kuning itu sudah menjerat Indrianto, bendahara Pokmas yang diduga menggunakan dana RTG untuk keperluan pribadinya. Dana itu seharusnya disetorkan kepada warga yang berhak mendapatkan untuk memperbaiki rumah yang terdampak gempa Lombok Agustus 2018 lalu.

Baca juga:  Lagi, Berkas Kasus Dermaga Gili Air Dilimpahkan ke Jaksa

Setelah melalui serangkaian penyidikan, penyidik Unit Tipikor menemukan indikasi ada orang lain yang diduga bekerjasama dengan Indrianto. Penyidik mengantongi nama dua calon tersangka lainnya. “Belum bisa saya sebut,” kata Guntur.

Sementara, tersangka Indrianto diduga memakai dana bantuan RTG sebesar Rp410 juta untuk keperluan sendiri. Dana itu merupakan anggaran tahap ketiga dana transfer pembangunan RTG untuk 20 penerima bantuan rumah rusak sedang. Pokmas Repok Jati Kuning mendapat bantuan rumah untuk 70 KK. Total dana bantuannya sebesar Rp1,75 miliar. Tahap pertama sudah disalurkan sebesar Rp500 juta untuk 20 penerima.

Baca juga:  Kasus Mutilasi di Sumbawa, Suami Korban Jadi Tersangka

Sebanyak 30 penerima bantuan mendapat transfer Rp750 juta pada pencairan tahap kedua. Untuk tahap ketiga, dana yang disalurkan hanya Rp90 juta. Sementara di dalam rekening Pokmas masih tersisa sebesar Rp500 juta. (why)