Material Risha Dicuri untuk Mabuk-mabukan

Kanit Pidum Satreskrim Polresta Mataram Putu Pujangga (kedua kiri) menunjukkan tersangka kasus pencurian material Risha, Senin, 9 Desember 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Empat kawanan pelajar diduga mencuri material Rumah Tahan Gempa (RTG) jenis Risha di Desa Kekeri, Gunungsari, Lombok Barat. Mereka disangka mengambil mur, baut, dan plat besi panel Risha dari gudangnya.

Material itu lalu ditimbang dan dijual kiloan. Hasilnya dipakai buat mabuk-mabukan. “Mereka mencari uang untuk tambahan minum minuman keras,” ungkap Kanit Pidum Satreskrim Polresta Mataram Senin, 9 Desember 2019.

Sejumlah pelaku yang diduga mencuri di gudang PT Jaya Beton Indah itu diantaranya RF (17), AH (18), AZ (19), dan BR (17). Mereka diduga bergerombol membobol gudang secara bergantian. Perannya dibagi menjadi yang merusak kunci, membawa barang, dan yang mengawasi sekitar.

Baca juga:  Dua Terduga Pelaku Curas Ditangkap Polisi

“Para pelaku diduga mengambil aksesoris rumah Risha sebanyak 53 unit. Masing-masing unit itu harganya Rp2,39 juta. Barang itu seharusnya dipakai untuk membangun rumah tahan gempa,” sebutnya.

Total nilai barang yang dicuri mencapai Rp126,8 juta. Para pelaku itu sudah punya kenalan. Yakni orang yang menerima penjualan barang kiloan. Mereka antara lain, Judi (28), Upar (33), dan Enal (34). Secara berjenjang mereka membeli aksesoris Risha curian tersebut.

“Tersangka Judi membelinya dengan harga Rp1 juta. Mur, baut, dan plat itu dibelinya kiloan. Itu sekitar 370 Kg yang mereka beli dari empat orang ini,” terangnya.

Baca juga:  Dua Terduga Pelaku Curas Ditangkap Polisi

Uang itu kemudian dipakai empat sekawan pelajar itu untuk membeli minuman keras. Kemudian, Judi mencari untung dengan menjual kembali kepada Upar. Upar membelinya dengan harga Rp3.400 per kilogramnya. Judi mendapat keuntungan Rp259 ribu. Enal juga mau mengambil laba. Dia lalu menjualnya lagi ke tersangka Enal.

“Enal menjual kembali barang-barang tersebut ke Surabaya dengan harga Rp4.500 per kilonya. Enal mendapat keuntungan Rp407 ribu,” pungkasnya. Tersangka pencurian terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun dari sangkaan pasal 363 KUHP. Sementara para penadah yang disangkakan pasal 480 KUHP terancam penjara paling lama empat tahun. (why)