Kasus Kredit Serbaguna, Terdakwa Mulai Turun saat Kredit Mulai Macet

Jaksa penuntut umum Kejari Bima, terdakwa I Gede Laken didampingi penasihat hukumya di hadapan majelis hakim memeriksa bukti perkara korupsi kredit serbaguna, Senin, 9 Desember 2019. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Mantan penyelia kredit Bank NTB Cabang Bima I Gede Laken menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa, Senin, 9 Desember 2019. Laken diperiksa dalam perkara kredit serbaguna tahun 2011 yang merugikan negara Rp165,6 juta. Dia mengaku tak pernah turut campur dalam proses pengajuan kredit dengan berkas yang dimanipulasi tersebut.

Terdakwa memberikan keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram yang diketuai Anak Agung Ngurah Rajendra. Laken menjelaskan dirinya baru tahu ada kasus itu setelah muncul kredit macet pada tahun 2014.

“Saya yang bagian penyelamatan kredit. Jadi pas ada kredit macet baru saya turun tangan. Dari pengajuan saya tahunya berkasnya sudah diajukan dan disetujui pimpinan pada waktu itu,” terangnya.

Dia mengaku pada waktu itu hanya pernah bertemu dengan debitur Rita Elmiati –kini sudah menjadi terpidana. Dia pun mengamini sering berhubungan dengan Hasnah –juga terpidana dalam berkas terpisah.

Baca juga:  Diduga Mangkrak, Polisi Dalami Proyek Renovasi Gedung DP2KB Kota Mataram

Laken mengatakan kredit serbaguna itu diajukan sebagai kredit konsumtif. Bersama Hasnah, dia bertemu dalam rangka pembukaan rekening. Sebab untuk kredit harus ada rekening tersendiri.  “Dia (Hasnah) kan bendahara. Jadi seringlah bertemu. Itu waktu mengurus pencairan kredit,” ujar Laken.

Begitu juga dengan berkas pengajuannya. Dia mengaku hanya menerima dari Hasnah. “Itu semua dari bendahara. Saya tidak sampai mengecek karena itu kan urusannya bendahara,” jelasnya.

Untuk verifikasi berkas, di bawahnya masih ada analis kredit. Kala itu kredit yang diajukan dua orang, Evi Rahmawati dan Rita Elmiati dianalisa oleh Ali Jabar. Ali Jabar meninggal dunia saat kasus masih dalam tahap penyidikan.

Baca juga:  Kejaksaan Mulai Selidiki Jembatan Longken

Dalam kasus itu, Gede Laken didakwa turut serta kredit terpidana Evi Rahmawati, Hasnah, dan Rita Elmiati pada tahun 2011 lalu. Evi dihukum penjara satu tahun dua bulan.

Sementara Rita dan Hasnah divonis penjara satu tahun. Terdakwa Evi Rahmawati, Rita Elmiati, dan Hasnah terbukti korupsi yang merugikan BUMD Bank NTB Cabang Bima sebesar Rp165,6 juta.

Evi dan Rita menggunakan SK CPNS untuk mengajukan Kredit Serba Guna (KSG) ke Bank NTB cabang Bima. Mereka mengajukan kredit sebagai PNS Dinas Peternakan Kabupaten Bima padahal mereka berdinas di Dinas Kesehatan.

Terdakwa Hasnah adalah mantan bendahara Dinas Peternakan Kabupaten Bima, sementara Evi dan Rita, keduanya pada tahun 2011 lalu berdinas di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. (why)