Bandar Belum Tersentuh di Operasi Antik 2019

Kapolresta Mataram Guntur Herditrianto menunjukkan barang bukti narkoba hasil pengungkapan Operasi Antik 2019, Jumat, 6 Desember 2019. (Suara NTB/why)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Operasi Anti Narkoba (Antik) Polresta Mataram selama 14 hari sudah berakhir. Dari operasi itu, sebanyak 24 orang terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba diamankan. Sebanyak 12 tersangka diantaranya diduga pengedar. Belum ada bandar yang tertangkap.

Kapolresta Mataram AKBP Guntur Herditrianto menemukan ironi. Penindakan yang meningkat menunjukkan prestasi kinerja. Namun, di satu sisi hal itu menunjukkan peredaran narkoba meningkat sama pesatnya.

“Semakin diberantas semakin meningkat. Dari tahun ke tahun penggunaan narkoba semakin meningkat. Masyarakat masih banyak yang terjerumus,” ujarnya, Jumat, 6 Desember 2019 didampingi Kasatresnarkoba AKP Kadek Adi Budi Astawa.

Dari operasi Antik 2019, Polresta Mataram menangkap total 24 orang dari 10 kasus diduga terkait narkoba. 12 orang diantaranya penyalahguna. Sementara 12 orang sisanya menjadi tersangka pengedar.

Total barang bukti yang diamankan yakni 108,46 gram sabu dan tujuh butir ekstasi. Dibandingkan dengan operasi tahun 2018, terjadi peningkatan. Yang mana tahun lalu diungkap empat kasus dengan lima tersangka. Total barang bukti yang diamankan 94,55 gram sabu dan lima butir ekstasi.

Sementara pengembangan sampai ke bandar masih memerlukan penyidikan lebih lanjut. “Masih pengedar. Mereka ini jaringan. Tentu perlu waktu untuk mendapatkan siapa yang di atasnya mereka ini. Kalau yang penyalahguna ini sudah kita serahkan ke BNNK untuk direhabilitasi,” paparnya.

Guntur mengungkapkan, para pelaku tersebut mendapatkan suplai dari Lombok Timur. Trennya sekarang ini, imbuhnya, Kota Mataram sudah berkurang jaringan pemasok barang haram tersebut.

“Karena penindakan yang masif, jadi pasokannya pindah. Jadi barang yang di Mataram ini dibawanya dari Lombok Timur. Khususnya Masbagik,” terangnya.

Kapolresta mengatakan peredaran narkoba ini selalu mencari celah untuk mencari penyalahguna baru. Narkoba menyebar ke semua lini masyarakat. “Saya imbau masyarakat dan orang tua untuk lebih waspada. Narkoba sudah menggurita bahkan sampai pada anak-anak,” pungkas Guntur. (why)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.