Dari Surabaya, Pengedar Pasok Ganja ke Kawasan Wisata

Kepala BNNP NTB Gde Sugianyar Dwi Putra menunjukkan barang bukti ganja seberat 13,2 Kg yang disita dari tiga tersangka jaringan narkoba Jakarta-Surabaya-Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tiga orang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan ganja 13,2 Kg. Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. Baik pemesan dan pengirim ganja. BNN Provinsi NTB berkoordinasi dengan BNN RI. Ganja yang didatangkan dari Surabaya itu rencananya akan dipasarkan ke kawasan wisata.

Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra menerangkan, berdasarkan pengakuan tersangka kurir berinisial MI, dan pemeriksaan tersangka penerima, Z bahwa ganja itu akan dipasarkan untuk stok liburan akhir tahun nanti. Tersangka Z memesan ganja itu untuk meneguk keuntungan kala tingginya permintaan di kawasan wisata. Tersangka Z diduga akan menjual ke wisatawan.

”Senggigi, Gili Trawangan, dan beberapa kawasan wisata lainnya. Ganja juga menjadi favorit untuk digunakan para wisatawan. Apalagi, di beberapa negara ganja diperbolehkan beredar,” bebernya, dikonfirmasi via telepon, Selasa, 3 Desember 2019.

Baca juga:  BNNP NTB Musnahkan 13,2 Kg Ganja

Kasus itu terungkap dalam operasi penangkapan di Bertais, Kota Mataram akhir pekan lalu. Tersangka MI asal Johar Baru, Jakarta Pusat mendapat upah Rp3 juta sebagai ongkos operasional perjalanan pengantaran ganja tersebut. Diduga MI akanmendapat bayaran tambahan jika barang selamat sampai ke penerima.

Namun, MI sudah lebih dulu terciduk Minggu, 1 Desember 2019. MI ditangkap bersama Z dan I yang saat itu sedang mengambil barang. tersangka Z, kata Sugianyar, punya rekam jejak sebagai pelaku narkoba di wilayah Mataram.

Terlebih lagi, Z punya kakak kandung yang kini sedang di dalam penjara, yakni HP. HP dipenjara 15 tahun karena terbukti menjadi bandar ganja dengan barang bukti 20,7 gram.

Baca juga:  Diduga Hendak Edarkan Narkoba, Pelajar Diciduk Polisi

“Z diduga terlibat. Dia diduga meneruskan bisnis kakaknya karena kakaknya kan sekarang lagi dipenjara,” terangnya.

Penyidik sampai saat ini belum punya cukup bukti untuk menyeret HP dalam kasus tersebut. dalam hal keterkaitannya sebagai pengendali bisnis tersebut memanfaatkan adiknya.

“Penyidik masih bekerja,” kata Sugianyar.

Untuk barang bukti, kata dia, setelah ditimbang di Dinas Perdagangan berat bersihnya 13,2 Kg. Sebelumnya disebutkan ganja yang dibawa MI untuk Z itu beratnya 15 Kg.

Para tersangka itu mendapat tambahan sangkaan pasal, selain pasal 112 dan 114 UU RI No 35/2009 tentang Narkotika, yakni pasal 127. Hal itu karena dari hasil tes urine, ketiga tersangka positif menggunakan narkoba. Mereka mengkonsumsi sabu. ”Urinenya mengandung metamfetamin,” ucap Sugianyar. (why)