Penyelundupan Ganja 15 Kg, Indikasi Keterlibatan Napi Didalami

Tersangka penyelundupan ganja 15 Kg diamankan di Kantor BNNP NTB. Mereka masih menjalani pemeriksaan hingga Senin, 2 Desember 2019. (Suara NTB/BNNP NTB)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – BNNP NTB menangkap kurir dan pemesan ganja 15 Kg. Mereka diduga mengedarkan untuk pesanan yang meningkat jelang akhir tahun. Tim penyidik sedang mendalami adanya keterlibatan narapidana narkoba di balik penyelundupan ganja senilai Rp120 juta ini.

“Kakak kandung dari tersangka penerima barang ini masih mendekam di Lapas dengan kasus yang sama. Kita dalami keterlibatannya kakak beradik ini,” terang Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, Senin, 2 Desember 2019.

Sugianyar menambahkan, napi berinisial HP tersebut kini sedang menjalani masa pidana penjara 15 tahun. Terpidana HP baru diputus bersalah Pengadilan Negeri Mataram pada Mei lalu.

HP ditangkap pada Oktober 2018 dengan barang bukti ganja 20,7 gram. HP ditangkap bersama istrinya, AS yang juga terbukti memiliki ganja 14,4 gram. Mereka mendapatkan ganja itu dari bandar berinisial AC.

Sugianyar menerangkan, si penerima barang, Z (33) ditangkap bersamaan dengan I (46) saat mengambil ganja, Minggu (1/12) petang di Terminal Mandalika, Bertais, Sandubaya, Mataram. Ganja itu baru saja diserahkan kurir berinisial MI (29) warga Johar Baru, Jakarta Pusat. Tersangka Z mendapat mengambil barang dengan mobil sedan DR 1599 AQ. Ganja dalam koper itu sudah sempat dimasukkan ke dalam mobil yang turut disita tersebut. “Ganja dalam 15 bungkus yang masing-masing beratnya 1 Kg. total beratnya diduga 15 Kg,” terangnya.

Kabid Pemberantasan BNNP NTB AKBP Deny Priadi mempelajari pola peredaran narkoba ganja yang selalu meningkat jelang akhir tahun. “Kita selidiki apakah mereka akan memasarkannya di kawasan wisata atau tidak,” terangnya. Dia menambahkan, tersangka MI berangkat dari Jakarta menggunakan bus Patas. MI transit di Surabaya untuk mengambil koper berisi ganja dari seseorang. MI mengaku mau karena diberi ongkos jalan Rp3 juta. “Kita masih dalami siapa bandarnya, dan seperti apa hubungannya dia (Z) dengan kakaknya yang di Lapas,” tandas Deny. (why)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.