Bandar Narkoba Perlu Dimiskinkan

Gde Sugianyar Dwi Putra (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penanganan narkoba sering menemui jalan buntu di satu jalan pemberantasan. Diperlukan pola komprehensif pencegahan dan penindakan. Mulai dari memutus rantai permintaan sampai ke memadamkan sumber daya para pelakunya.

Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen. Pol.Drs.Gde Sugianyar Dwi Putra, SH.M.Si mengatakan, jaringan pelaku narkoba memiliki modus yang selalu berkembang. Bandarnya selalu mendapat keuntungan ekonomi paling besar.

‘’Bandar ini kita jerat juga dengan tindak pidana pencucian uang. Bandar kita miskinkan. Hasil kekayaannya kita sita, dirampas,’’ tegasnya dalam diseminasi Peran Pers dalam Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Mataram, Senin, 2 Desember 2019.  Hadir juga sebagai pembicara dalam kegiatan itu, Penanggung Jawab Harian Suara NTB yang juga Direktur Global FM Lombok, H.Agus Talino.

Baca juga:  Dari Surabaya, Pengedar Pasok Ganja ke Kawasan Wisata

Meski demikian, Sugianyar menerangkan BNNP NTB belum pernah menjerat Bandar dengan pidana pencucian uang, karena selama ini belum tertangkapnya bandar kelas kakap di NTB. ‘’Sampai sekarang belum bisa. Pelaku narkoba ini bikin sistem jaringan terputus,’’ terangnya.

Sementara untuk para penyalahguna narkoba, Sugianyar mengatakan pihaknya menggunakan pendekatan lunak yakni membuka layanan lapor rehabilitasi. Penyalahguna yang melapor sendiri tidak dikenai pidana.

‘’Jangan takut. Persepsi masyarakat selama ini kan melapor takut dipenjara, ini tidak. Jangan khawatir asal tidak terlibat jaringan,’’ ucapnya. Dia menambahkan, pecandu narkoba tidak akan bisa sembuh melainkan hanya pulih.

‘’Tidak ada kata sembuh. Hanya pulih. Jangan coba-coba narkoba karena waktu pemulihannya pun membutuhkan waktu seumur hidup, tidak hanya satu tahun dua tahun,’’ jelasnya.

Baca juga:  Bandar Belum Tersentuh di Operasi Antik 2019

Untuk itu, upaya penindakan merupakan salah satu cara menekan suplai barang haram narkoba kepada penyalahguna. ‘’Untuk menekan hal itu, kita memperkuat jaringan intelijen informasi. Kita tidak akan tinggal diam. Kita akan perkuat kemampuan dalam mendeteksi,’’ jelas Sugianyar.

Upaya menekan permintaan dengan mencegah bertambahnya penyalahguna baru narkoba.  BNNP NTB pun menggalakkan kegiatan pencegahan. Sebab, berdasarkan hasil analisanya, narkoba sudah mulai merambah ke pelajar sampai pejabat pemerintahan.

Dalam perkembangannya, modus operandi para pelaku makin canggih dan sulit dideteksi. Ditambah lagi NTB yang sudah dijadikan sasaran tempat peredaran sindikat nasional dan internasional.

‘’Mengingkat NTB merupakan salah satu daerah tujuan wisata serta banyaknya kalangan yang terlibat dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba,’’ paparnya. (why)