Polda NTB Siaga Satu

Personel Sat Sabhara dan Brimob Polda NTB siaga di depan pintu masuk Markas Polda NTB, menyusul perintah antisipasi aksi balasan kelompok radikal. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB Irjen Pol. Nana Sudjana,  mengeluarkan keputusan siaga satu selama empat hari terakhir.  Keputusan itu diambil untuk mengantisipasi serangan terorisme dan tindakan kriminal lainnya yang menyasar aparat kepolisian.

Imbauan siaga  satu berlaku sejak Sabtu, 30 November 2019, berlanjut hingga Senin, 2 Desember 2019. Seluruh markas komando (Mako) dari tingkat Polda NTB sampai masing masing Polres diberlakukan penjagaan ketat.

“Ini kebijakan Pak Kapolda, mengeluarkan  keputusan siaga satu untuk Polda NTB dan jajaran,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Drs. Purnama, SIK.

Salah satu yang paling diantisipasi adalah aksi terorisme, menyusul kejadian sebelumnya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, termasuk mengantisipasi kemungkinan serangan serupa di Polda NTB. “Lebih khusus untuk antisipasi terorisme. Kita tidak mau lengah sedikitpun, terpenting siaga,’’ tegas Kabid  Humas.

Namun kesiagaan dimaksud, tidak sekadar untuk antisipasi terorisme. Penekanan lain untuk antisipasi tindak kriminal lainnya dengan motif berbeda dengan sasaran aparat.

‘’Makanya, imbauan ini diberlakukan ke seluruh Polres jajaran sampai Polsek. Semua aparat kita minta masing masing untuk waspada, khususnya untuk wilayah Bima,’’ jelasnya.

Baca juga:  Enam Terduga Teroris Diamankan Densus 88

Ditanya, apakah ada kaitan dengan penangkapan enam terduga teroris sebelumnya di Bima? Kabid Humas tak mengaitkan langsung status siaga satu itu dengan  turunnya tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri ke Bima. Termasuk menyusul penangkapan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

‘’Saya belum tahu itu (teroris). Belum dapat kabar kebenarannya seperti apa,’’ ujarnya.

Status siaga satu itu berlaku sejak Senin,  tidak menutup kemungkinan diperpanjang dengan batas waktu tak ditentukan.

 Sementara informasi diperoleh Suara NTB sebelumnya, enam terduga teroris diamankan  Sabtu lalu sekitar pukul 06.00 Wita. Penangkapan berlangsung  selama enam jam lebih, hingga Pukul  11.20 Wita oleh Densus 88 Anti Teror.

 Mereka yang diamankan, MZ Bin Seff, seorang amir kelompok JAD dan IF  alias Bono, keduanya asal Kelurahan Penatoi Kota Bima. IF dikejar dari Kelurahan Matakando Kecamatan Mpunda, Kota Bima dan ditangkap di BTN Penatoi .

Diamankan juga OW, ditangkap di Pasar Sape,  setelah dilakukan pengejaran  dari Mpunda.  Terduga lainnya AS, bekas narapidana terorisme asal Seteluk, Sumbawa Barat. Ia ditangkap dalam ke perjalanan Sumbawa.

Baca juga:  Enam Terduga Teroris Diamankan Densus 88

Menyusul kemudian diamankan AG, juga asal Penatoi Kecamatan Mpunda. Ia ditangkap di jalan utama Kelurahan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima. Terakhir, diamankan MR alias Anas, ditangkap di pertigaan Masjid Baitul Hamid Kelurahan Penaraga. Keenam orang itu sempat diamankan di Mako TNI Kompi C Bima.

Sekitar pukul 16.45 Wita, enam orang terduga jaringan terorisme wilayah Bima tersebut dibawa meninggalkan Mako Bataliyon C menuju Sat Brimobda NTB menggunakan 5  mobil.

 Perintah siaga itu  terutama pada saat jam rawan pada sore jelang petang dan menjelang waktu subuh.  Piket Mako disarankan diatur bergantian jam tidur, ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap setiap tamu yang keluar masuk Mako.

Imbauan sama disampaikan untuk personel yang bertugas di lapangan agar tetap dengan Buddy System, terutama personel yang mendapat tugas pengamanan  pagi hari di beberapa lokasi yang berdekatan dengan Basis Kelompok terduga teroris. Tujuannya, mengantisipasi sewaktu-waktu kelompok radikal melakukan aksi balasan atas penangkapan sebelumnya. (ars)