Kasus Dermaga Gili Air, Penyidik Tambah Keterangan Ahli Rekomendasi KPK

Syarif Hidayat (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Berkas tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek Dermaga Gili Air dikembalikan lagi ke penyidik. Jaksa peneliti belum yakin dengan metode penghitungan kerugian negara. Atas petunjuk itu, penyidik akan meminta keterangan ahli auditor independen yang sudah jadi langganan penyidik KPK.

“Kerugian negara masih secara global. Tidak rinci. Jadi nanti kita tambahkan keterangan ahlinya,” beber Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat, 29 November 2019.

Dia mengatakan sudah memanggil ahli independen untuk menerangkan metode penghitungan kerugian negara. Kerugian negara pada kasus tersebut dihitung auditor BPKP Perwakilan NTB.

Baca juga:  Berbuat Cabul, Oknum Kepsek Mengaku Khilaf

“Kita akan menggunakan ahli yang menguatkan penghitungan kerugian negara. Ahli independen rekomendasi KPK. KPK juga menggunakan ahli ini,” terang Syarif.

Permintaan keterangan ahli itu memenuhi kekurangan berkas yang diteliti jaksa. Berkas itu masing-masing memuat perkara tiga tersangka. “Nanti kita periksa ahli (konstruksi) fisik lagi,” jelasnya.

Dalam kasus itu, lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Yakni, mantan Kabid pada Dishublutkan KLU berinisial AA selaku pejabat pembuat komitmen (PPK); konsultan pengawas berinisial LH dan SW; serta rekanan pelaksana proyek berinisial ES dan SU.

Baca juga:  Kakanwil Kemenag NTB Dicopot, Ombudsman Sebut Rekomendasi Kasus Dana BOS Buku

Tersangka ES meminjam bendera perusahaan milik SU. Meski tidak memenangi tender, ES mendapat kuasa dari tersangka SU bisa mengerjakan proyek senilai Rp6,28 miliar. Proyek akhirnya dikerjakan sampai selesai. Tersangka AA membayar lunas. Namun, setelah diperiksa, spesifikasi dan item pekerjaan proyek diduga tidak sesuai.

Aspidsus Kejati NTB Gunawan Wibisono ditemui sebelumnya menerangkan bahwa berkas kasus dengan tiga tersangka itu belum dapat dinyatakan lengkap.

“Intinya ada perbedaan (keterangan ahli). Jadi berkasnya kita kembalikan beserta petunjuk,” urai Gunawan. (why)