Beraksi Saat Tarian Lumpur, Komplotan Copet Diringkus

Ratusan penari menyajikan tarian secara kolosal di acara Semarak Puncak Harlah KSB ke-16, Rabu, 20 November 2019. (ist/dok humpro ksb)

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) bersama tim opsnal Polsek Taliwang berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku pencurian (Copet) yang beraksi pada saat peringatan Hari Lahir (Harlah) Sumbawa Barat ke 16, Rabu,  20 November 2019.

Pelaku yang diketahui berinisial SHM (37) dan KRW (33) warga Kabupaten Lombok Timur tersebut tidak bisa berkutik setelah aksi keduanya terekam kamera salah seorang warga. Para terduga pelaku yang diketahui berjumlah lebih dari dua orang tersebut merupkan komplotan aksi pencurian dan sangat meresahkan.

“Kita mengindikasikan mereka (para pelaku) sudah berada di KSB sejak dua hari yang lalu, sebelum puncak peringatan Harlah. Selain itu jumlah mereka juga tidak hanya dua orang melainkan lebih dari itu, karena mereka bergerak secara bergantian untuk bisa mendapatkan buruan. Sementara barang bukti yang berhasil kita temukan dari kedua orang pelaku yang saat ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka yakni enam buah HP dan perhiasan dengan nilai yang mencapai Rp15 juta,” ujar Wakapolres KSB Kompol Teuku Ardiansyah, SH dalam keterangan resminya, Kamis,  21 November 2019.

Dikatakannya, modus operandi yang digunakan para  terduga pelaku yakni dengan menggunakan kerudung besar sampai menutupi tangan. Sehinga korban tidak mengetahui bahwa ada orang yang membuka tasnya yang pada saat itu tengah asik menonton festival.

Kedua pelaku melakukan pencurian dengan cara pelaku SHM bertugas membuka tas korban yang dikenakan korban setelah berhasil membuka tas korban. Selanjutnya pelaku SHM mengambil barang korban seperti handpone, dompet, uang dan barang-barang berharga lainnya yang berada didalam tas korban.

Setelah pelaku berhasil mengambil barang milik korban kemudian pelaku memberikannya kepada rekannya KRW yang bertugas membawa barang korban dengan cara memasukkannya ke dalam plastik warna hitam yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah keduanya berhasil mengambil barang-barang milik korban yang pertama, keduanya  mengulangi kembali perbuatannya dengan sebanyak tujuh kali kepada korban yang berbeda-beda.

“Para pelaku berhasil kita tangkap pada saat meninggalkan lokasi untuk kembali ke Lombok Timur tepatnya jalan raya simpang KUD. Pada saat digeledah oleh aparat kepolisian ditemukan barang-barang hasil curian yang disembunyikan di dalam tas dan kantong plastik warna hitam,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kedua pelaku ini juga terancam dijerat dengan pasal 363 ayat (1) Ke-4 KUHP jo pasal 64 KUHP. Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama 7 (tujuh)  Tahun dan pidana denda paling banyak enam puluh juta rupiah.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat pada saat berpergian atau beraktivitas agar lebih berhati-hati dalam membawa barang berharga.

Apabila ada hal-hal yang mencurigakan agar segera melaporkannya kepihak kepolisian terdekat. Selain itu, pihaknya juga akan menebalkan pasukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Apalagi masih ada dua agenda besar Pemkab dalam peringatan Harlah yakni malam hiburan dan Barapan Kerbau (balap kerbau) sehingga bisa menjadi pemicu munculnya aksi yang sama.

“Kita tetap akan memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini dengan menebalkan anggota pengamanan. Kami juga tetap menghimbau kepada masyarakat untuk bisa berhati-hati terhadap barang bawaannya,” pungkasnya. (ils)