Polda NTB Tembak Buron Pencuri Spesialis Motor

Buronan spesialis curi motor matik diamankan di Mapolda NTB usai ditangkap Kamis, 21 November 2019 dini hari kemarin. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sudah sepantasnya Darwan (22) masuk dalam daftar pencairan orang (DPO). Pria asal Pringgarata, Lombok Tengah ini berkali-kali diduga mencuri sejak tahun 2013 tapi lolos dari kejaran. Sampai akhirnya, Kamis, 21 November 2019 dini hari, residivis ini diganjar timah panas.

Darwan meringkuk di depan teras rumah tetangganya sekitar pukul 01.00 Wita. Memang saat itu dia sedang ngobrol-ngobrol santai. Rumah di Dusun Jabon Desa Menemeng Pringgarata itu dijadikan Darwan sebagai tempat persembunyian.

“Dia lagi duduk-duduk sama tetangganya. Dia baru pulang lagi ke kampungnya setelah lama kabur,” ungkap Kanit Resmob Subdit III Jatanras Iptu Lalu Eka Arya dikonfirmasi usai penangkapan.

Baca juga:  Kunci Ketinggalan, Motor Raib di Parkiran

Darwan yang mendapat luka tembak di kakinya sempat mendapat perawatan di RS Bhayangkara Mataram. Darwan ketahuan perannya dari kesaksian pelaku penadahan motor curian, Budi Bontong yang sudah lebih dulu ditangkap.

“Motor yang dia (Budi) jual kembali itu diterima dari Darwan. Budi sekarang sudah di Lapas. Sedang jalani vonis,” terang Eka.

Tersangka Darwan diburu berdasar empat kasus pencurian. Yakni dua kasus tercatat di Polsek Ampenan, satu kasus di Polsek Pagutan, dan satu kasus lagi di Polresta Mataram.

Baca juga:  Hasil Jual Motor Curian Dipakai Beli Narkoba

“Karena pelakunya ini beraksi lintas daerah, maka diterbitkan DPO dari Polda NTB. Kami masih dalami lagi mengenai keterlibatannya di kasus-kasus lainnya,” jelas Eka.

Darwan bersama Budi merupakan langganan Ramli, yang kini sudah menjadi terpidana dengan vonis satu tahun dua bulan penjara. Darwan menjual total empat motor curian ke Ramli.

Darwan diduga mencuri motor yang semuanya motor matik sejak Februari-Juni 2019. Kepada Ramli, Darwan menjual motor curian dengan rentang harga Rp2 juta sampai Rp3 juta. (why)