Pengakuan Kadispar Lobar Terkait Duit yang Disita Jaksa

Kadispar Lombok Barat, IJ (kedua dari kiri) digiring jaksa menuju mobil tahanan, Rabu, 20 November 2019 usai diperiksa sebagai tersangka dugaan permintaan fee proyek penataan kawasan wisata Pusuk Lestari. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kadis Pariwisata Lombok Barat nonaktif, IJ mengaku uang yang disita jaksa dari ruangannya merupakan uang pinjaman. Namun, jaksa punya bukti lain bahwa uang itu diduga setoran fee proyek.

IJ mendatangi ruangan penyidik Pidsus Kejari Mataram sekitar pukul 09.00 Wita pagi, dengan didampingi penasihat hukumnya, Lalu Sultan Alifin. IJ yang kini sudah diberhentikan sementara dari jabatannya itu selesai diperiksa sekitar pukul 13.30 Wita siang.

IJ kembali naik ke mobil tahanan untuk kembali menjalani tahanan titipan Kejari Mataram di Lapas Mataram. IJ masih ngotot bahwa uang yang disita itu pinjaman dari salah satu Kabid bawahannya.

“Iya pinjaman,” ujarnya singkat sambil meneguk sebotol air di dalam mobil tahanan.

Baca juga:  Pejabat Dispar Lobar Bersaksi Soal Dugaan Pemerasan IJ

Terpisah, Kasi Pidsus Kejari Mataram Anak Agung Gde Putra menjelaskan bahwa kemarin adalah pemeriksaan pertama IJ sebagai tersangka. IJ sebelumnya sudah diperiksa di tahap penyidikan, namun kala itu masih sebagai saksi.

“Materinya permintaan keterangan dia sebagai tersangka,” terangnya.

Agung tidak menjelaskan rinci materi pemeriksaan karena sudah masuk dalam pokok penyidikan. Namun, dia menolak klaim tersangka terkait uang sitaan yang merupakan pinjaman.

“Itu hanya alasan dia. Dia punya hak untuk bicara. Yang jelas kita sudah punya alat bukti yang cukup. Sudah terpenuhi unsurnya,” jelas Agung.

IJ sudah ditetapkan tersangka dengan sangkaan pasal Pasal 12e dan atau Pasal 12b dan atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Baca juga:  Kontraktor Pinjam Uang ke Keponakan Demi Setor Fee untuk Pejabat

IJ diamankan Selasa, 12 November 2019 di ruang kerjanya bersama barang bukti uang tunai Rp95 juta. Dia diduga meminta sejumlah uang dari kontraktor yang dibawa Kabid.

Tersangka diduga meminta fee dari proyek penataan kawasan wisata Pusuk Lestari, Batulayar, Lombok Barat senilai Rp1,588 miliar yang dikerjakan CV Titian Jati. Lalu, proyek penataan kawasan wisata Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat senilai Rp1,090 miliar, dan proyek senilai Rp1,060 miliar untuk penataan kawasan wisata Sesaot, Narmada, Lombok Barat. (why)