Fakta Baru di Kasus ’’Fee’’ Proyek Kawasan Wisata Pusuk Lestari

Ilustrasi Proyek Pusuk Lestari (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tim jaksa penyidik Kejari Mataram mendalami fakta kasus dugaan permintaan fee proyek Kawasan Pusuk Lestari, Batulayar, Lombok Barat. Tersangka diduga menutupi modusnya dengan tidak menggunakan alat komunikasi khusus. Harga setoran diduga deal dari pembicaraan.

“Untuk komunikasi mereka langsung ketemu. Itu dari fakta yang kami dapatkan,” beber Kepala Kejari Mataram Yusuf dikonfirmasi Selasa, 19 November 2019.

Hasil itu dari penelusuran ponsel analog yang disita dari tersangka. penyitaan ponsel itu sudah mendapat penetapan dari pengadilan. Indikasi permintaan fee itu, sambung dia, disampaikan dengan komunikasi terbatas.

Meski kemudian, kata Yusuf, tersangka mengaku uang itu sebagai pinjaman. Sementara dari pemeriksaan saksi Kabid, PPK, ataupun kontraktor menyampaikan bahwa tidak pernah memberi pinjaman kepada tersangka.

Baca juga:  Pejabat Dispar Lobar Bersaksi Soal Dugaan Pemerasan IJ

Hal itu akan didalami lagi dalam pemeriksaan tersangka selanjutnya. “Belum kami temukan pinjaman. Rencana hari Rabu ini kami periksa tersangka, kalau yang lain sudah (diperiksa) di penyelidikan dan penyidikan,” jelas Yusuf.

Sementara Kepala Kejati NTB Arif menegaskan bahwa upaya pencegahan atas praktik penyalahgunaan wewenang pada proyek-proyek sudah diwanti-wanti. Hal itu pun disampaikan langsung kepada Kepala Daerah Lombok Barat.

Pola seperti itu sebagai peringatan kepada para penyelenggara. Namun, apabila cara itu tidak diindahkan maka jalan penindakan yang diambil. “Jauh-jauh sebelumnya sudah ngomong sama bupati kepala daerah, kita sudah beritahukan sudah. Kajari pernah memberitahukan supaya jangan melakukan itu,” ujarnya.

Baca juga:  Kontraktor Pinjam Uang ke Keponakan Demi Setor Fee untuk Pejabat

Dalam kasus itu Kadispar Lombok Barat nonaktif, Ispan Junaidi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ispan sudah mendekam di Lapas Mataram sambil menanti proses penyidikan berjalan. Dia disangka meminta fee dari tiga proyek penataan kawasan wisata.

Yakni, penataan kawasan wisata Pusuk Lestari, Batulayar, Lombok Barat senilai Rp1,588 miliar yang dikerjakan CV Titian Jati. Kemudian, penataan kawasan wisata Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat senilai Rp1,090 miliar. Peemenang tendernya CV Tiwikrama Kreasi. Satu proyek lainnya, yakni senilai Rp1,060 miliar untuk penataan kawasan wisata Sesaot, Narmada, Lombok Barat. (why)