Ispan Diduga Terima Fee dari Tiga Proyek Kawasan Wisata

Yusuf (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram melanjutkan penyidikan dugaan fee proyek kawasan wisata yang menjerat Kadispar Lombok Barat nonaktif, Ispan Junaidi. Jaksa penyidik menukan indikasi tersangka meminta fee dari tiga proyek. Yakni proyek peningkatan sarana dan prasana kawasan wisata.

“Dari bukti dan keterangan saksi yang kita dapatkan, Ispan menerima fee dari tiga proyek itu,” ungkap Kepala Kejari Mataram Yusuf ditemui Senin, 18 November 2019 kemarin.

Proyek itu antara lain, penataan kawasan wisata Pusuk Lestari, Batulayar, Lombok Barat senilai Rp1,588 miliar yang dikerjakan CV Titian Jati. Kemudian, penataan kawasan wisata Buwun Sejati, Narmada, Lombok Barat senilai Rp1,090 miliar. Pemenang tendernya CV Tiwikrama Kreasi.

Satu proyek lainnya, yakni senilai Rp1,060 miliar untuk penataan kawasan wisata Sesaot, Narmada, Lombok Barat. pada tahun 2019 ini, Dispar Lombok Barat juga menganggarkan proyek serupa yakni Taman Lingsar, Lombok Barat, penataan kawasan wisata Gunung Sasak, Kuripan, Lombok Barat.

Baca juga:  OTT Kadispar Lobar, Gapensi Dorong Kejaksaan Usut Tuntas hingga Kontraktor

“Alat buktinya sudah cukup dengan pasal yang kita sangkakan. Isinya yang muncul (nilai fee) Rp92 juta. Pengembangan sih tetap sepanjang ada alat bukti yang mengarah (ke proyek-proyek lain),” terang Yusuf.

Yusuf menyebut sudah memeriksa sejumlah saksi, yakni kontraktor pelaksana, pejabat pembuat komitmen, dan Kabid pada Dispar Lobar. Ispan sampai saat ini belum diperiksa sebagai tersangka. Penyidik masih akan mendalami keterangan singkat tersangka sebelumnya, yang menyebut uang yang disita jaksa itu merupakan uang pinjaman. Hal itu berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi.

Baca juga:  Pengakuan Kadispar Lobar Terkait Duit yang Disita Jaksa

“Pengakuannya bertentangan dengan fakta dan alat bukti yang kami miliki. PPK sampaikan belum pernah beri pinjaman, kontraktor juga. Belum kami temukan bukti kalau itu uang pinjaman,” tandas Yusuf.

Kadis Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi diamankan Selasa, 12 November 2019 lalu di ruang kerjanya. Dia diduga meminta sejumlah uang dari kontraktor yang dibawa Kabid.

Ispan disangka melanggar pasal Pasal 12e dan atau Pasal 12b dan atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP. (why)