Proyek Penataan Kawasan Wisata Pusuk Lestari Sempat Deviasi

Progres proyek penataan kawasan wisata Pusuk Lestari, Batulayar, Lombok Barat. proyek ini diduga dimintai fee oleh tersangka Kadispar Lombok Barat, Ispan Junaidi. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – TP4D Kejari Mataram mengevaluasi proyek penataan kawasan wisata Pusuk Lestari, Gunung Sari, Lombok Barat. Proyek senilai Rp1,588 miliar itu sebelumnya sempat mengalami keterlambatan. Meski kemudian akhirnya bisa ditutupi. Pekerjaan proyek tidak terganggu meski terkait dengan kasus dugaan permintaan fee proyek.

“Dua minggu lalu minus tiga persen deviasinya. Tapi dari hasil Monev kemarin  sudah tertutupi deviasinya,” ungkap Kasi Intelijen Kejari Mataram Agus Taufikurrahman ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 15 November 2019.

Monev itu dilaksanakan pascaterungkapnya dugaan permintaan fee proyek itu dengan tersangka Kadis Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi. Progres pengerjaan proyek tidak terganggu.

“Kasus ini terungkapnya karena laporan pengaduan dari masyarakat. TP4D meskipun mendampingi, tidak terlibat dengan anggaran,” terangnya. Dia menambahkan, kasus fee proyek itu di luar sepengetahuan tim TP4D. Sebab, tim itu hanya mendampingi dari sisi hukum dan pelaksanaan. “Kalau soal anggaran, pencairannya itu urusannya PPK dengan pelaksana,” kata Agus.

Proyek itu kini masih tetap dalam pendampingan TP4D Kejari Mataram. evaluasinya, proyek sudah terlaksana 70 persen. Proyek itu harus selesai 19 Desember mendatang. “Artinya pekerjaan ini sudah cukup bagus. Sesuai perencanaan. Waktu itu kita minta penambahan tukang, sudah dia tambah,” terangnya.

Kontraktor pelaksana, CV Titian Jati sudah menerima dua kali pembayaran. Yakni uang muka sebesar 30 persen dari nilai kontrak, menyusul 25 persen pembayaran termin pertama. Sejumlah item pekerjaan yang sedang dalam tahap penyelesaian diantaranya, panggung altar, tangga, talud jalan rabat, dan tempat ibadah. “Sekarang tinggal persiapan pembangunan musala. Item mayornya itu talud jalan Akhir November atau awal Desember dijanjikan sudah selesai,” sebutnya.

Kadis Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi diamankan Selasa, 12 November 2019 di ruang kerjanya, bersama barang bukti berupa uang tunai yang jumlahnya Rp95,85 juta. Uang yang diamankan dari tas ransel warna hitam tersebut, diduga kuat sebagai fee proyek dari kontraktor.

Ispan diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai penyelenggara negara.  Ispan diduga meminta jatah lima persen dari nilai kontrak Rp1,588 miliar. Tersangka diduga mengancam tidak menandatangani termin pencairan anggaran apabila kontraktor tidak menyerahkan sesuatu.

Ispan disangka melanggar Pasal 12e dan atau Pasal 12b dan atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP. (why)