Pelajar Penyalahguna Narkoba Naik 25 Persen

Kepala BNNP NTB Gede Sugianyar Dwi Putra (duduk kedua dari kanan) menyampaikan pesan bahaya narkoba di desa Gerakan Peduli Antinarkoba (GPAN) Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat, Rabu, 13 November 2019. (Suara NTB/why)

Giri Menang (Suara NTB) – Bahaya narkoba tidak sebatas hanya di depan mata. Semakin diperangi, narkoba malah semakin beringas. Mirisnya lagi, penyalahgunaan narkoba kini semakin marak di kalangan pelajar.

Dua tahun belakangan ini, narkoba semakin masuk menjangkiti pelajar sampai 25 persen. Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gede Sugianyar Dwi Putra Rabu, 13 November 2019 mencatat perkembangan penyalahgunaan narkoba dari kategori lapisan masyarakat sepanjang tahun 2017 sampai 2018.

“Untuk kategori pelajar naik 25 persen. Dari 1,9 persen menjadi 3,21 persen. Kenaikannya 25 persen,” bebernya saat menyampaikan laporan tiga bulanan di Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat. Kenaikan jumlah penyalahguna narkoba kategori pelajar itu lebih tinggi dari kategori lain. Seperti, kategori masyarakat umum naik 8,52 persen, dari 1,77 persen menjadi 2,10 persen. Kemudian, kategori pekerja malah turun dari 2,9 persen menjadi 2,1 persen atau terjadi penurunan setara 16 persen.

Baca juga:  Dari Surabaya, Pengedar Pasok Ganja ke Kawasan Wisata

“Untuk diketahui, angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba per tahunnya sebanyak 11.071 jiwa, atau dirata-ratakan per harinya ada 30 orang yang meninggal karena narkoba,” terangnya. Gede mengatakan pihaknya selama ini tidak tinggal diam. BNNP NTB mengadakan sekurangnya 436 kali kegiatan pencegahan sepanjang Januari-September 2019. Total audiens yang tercakup 4,92 juta orang.

Kegiatannya berupa penyuluhan dan sosialisasi, instansi berwawasan pembangunan antinarkoba, advokasi, relawan, diseminasi informasi dengan talkshow, kampanye, selipan konten, dan pemanfaatan media luar ruang. Namun, narkoba selalu menemukan celahnya. “Generasi sekarang ini generasi ingin tahu. Salah satunya narkoba ini, di samping ada faktor lain di keluarganya, lingkungannya sehingga dengan gampangnya dia mendapatkan narkoba ini,” ucap Gede.

Baca juga:  Narkoba Sasar Warnet

Penetrasi pencegahan pun, kata dia, sekarang tidak lagi melulu menggunakan media konvensional. Kecenderungan pelajar menggunakan media sosial pun turut jadi sasaran pencegahan. “Supaya mereka memahami bahwa narkoba itu membahayakan. Memang ini fakta yang tidak bisa kita pungkiri, sehingga kita minta semua pihak untuk lebih peduli terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar,” paparnya.

Gede menambahkan, strategi pemberantasan pun digalakkan. Buktinya dengan pengungkapan enam kasus sepanjang Januari-September 2019. Sebanyak tujuh tersangka diamankan beserta barang bukti 1,7 kg sabu. “Ini penindakan jaringan, dan kita bersinergi dengan kepolisian baik di tingkat Polda maupun Polres yang lebih masif lagi dalam menindak para pelaku pengedar maupun bandar,” pungkas Gede. (why)