Oknum Aplikator Diduga Bawa Kabur Dana RTG di Gunungsari

Foto pengerjaan rumah warga di Guntur macan ini tidak ada kejelasan, setelah dana bantuan mereka dibawa kabur oknum aplikator (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pengerjaan puluhan unit Rumah Tahan Gempa (RTG) di Dusun Poan Selatan, Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) masih mandek akibat dana bantuan gempa yang dibawa kabur oknum aplikator. Sampai saat ini, kelanjutan pembangunan RTG di daerah ini tak kunjung dilaksanakan. Warga tambah gundah, karena sebentar lagi musim hujan mulai turun.

Anggota Pokmas Beriuk Bangkit, Dusun Poan Selatan, Muzani mempertanyakan sejauh mana pertanggungjawaban dari oknum aplikator tersebut. “Katanya mau bertanggung jawab tapi tidak ada progresnya,” keluh dia. Setelah kabar mencuatnya oknum aplikator membawa kabur dana bantuan, warga dibawakan material berupa semen dan kerikil. Namun setelah itu hilang lagi. Warga pun ada yang berswadaya membangun sendiri  rumahnya namun tidak maksimal.

Disebutkan, dari 34 unit rumah dengan dua pokmas, baru rumah Riko yang baru berjalan 3-4 unit rumah. Pengerjaan rumah ini pun baru pada pemasangan balok ring. Sedangkan sisanya belum disentuh sama sekali. Bahkan banyak yang baru tahap pembangunan pondasi.

Menurut dia, sejauh ini belum ada kejelasan kelanjutan pembangunan rumah warga. “Mereka janji-janji saja, beberapa kali janji akan mulai hari Senin, tapi janji-janji-janjinya saja,” kata dia. Pihaknya sudah melapor, akan tetapi belum mendapatkan penanganan yang serius. Warga berharap agar pembangunan rumah dipercepat sebab sampai berbulan-bulan mandek, lebih-lebih musim hujan sebentar lagi.

Baca juga:  Kinerja TP4D Perlu Dievaluasi

Diakuinya, pengerjaan puluhan unit RTG di Dusun ini mandek sejak beberapa bulan terakhir. Mandeknya pengerjaan RTG ini diakibatkan oknum apklikator nakal. Aplikator ini meninggalkan pekerjaannya sehingga pembangunan RTG ini tidak bisa selesai. Diduga aplikator ini lari membawa lari dana bantuan gempa yang sudah dicairkan 50 persen dengan total dana mencapai ratusan juta rupiah. Warga pun mendesak agar pihak Pemda dan aparat menindak tegas oknum aplikator tersebut.

Kepala Desa Guntur Macan, H. Murni mengatakan total pokmas di desanya sebanyak 27 dengan total anggota 480 orang lebih. Dari 27 Pokmas ini hampir sebagian besar sudah berjalan pembangunan rumahnya. “Tinggal ini saja jadi masalah yang di Poan selatan. Ada dua pokmas yakni pokmas Risba dan Riko,” jelas dia. Dana untuk pembangunan RTG ini sudah cair 50 persen atau Rp25 juta. Kalau jumlah anggota 34 orang maka total dana yang sudah dicairkan mencapai Rp850.000.000. “Dana ini sudah keluar dan yang ini dibawa oleh aplikatornya,” jelas dia. Desa sudah membatu warga memfasilitasi persoalan ini, dari dua kali fasilitasi oleh desa belum ada penyelesainnya.

Baca juga:  Diduga Peras Rekanan, Tiga Oknum Fasilitator RTG Kena OTT

Ia menambahkan persoalan ini terjadi juga disebabkan warga yang asal menunjuk aplikator tanpa melihat rekam jejaknya. Bahkan pokmas kemungkinan belum pernah koordinasi dengan Pemda dalam hal ini Disperkim soal aplikator tersebut. “Asal tunjuk saja, apalagi oknum aplikator mengiming-imingi bagian untuk oknum lainnya,” kata dia.

Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman Lalu Ratnawi mengakui jika aplikator yang menangani dua pokmas di Guntur Macan itu memang sudah bermasalah. Bahkan tim kabupaten sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan aplikator itu. Dari hasil mediasi itu pihak aplikator itu sudah menyanggupi akan menyelesaikan pekerjaannya di 19 September mendatang. Namun kenyataanya dari kondisi di lapangan tidak memungkinkan. “Dia (aplikator) ini juga bermasalah di Gontoran (Gunungsari),” bebernya. (her)