Berkas Tersangka Kasus Marching Band Dibawa Lagi ke Jaksa

Syamsudin Baharudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Berkas perkara dua tersangka dugaan korupsi pengadaan marching band Dinas Dikbud Provinsi NTB dilimpahkan lagi ke jaksa. Penyidik Polda NTB menilai berkas sudah dilengkapi petunjuk sebelumnya. Yakni mengenai penelusuran aset para tersangka.

“Sudah hari Kamis lalu kita kembalikan lagi ke jaksa,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin ditemui, Senin, 11 November 2019 di ruang kerjanya.

Dia mengatakan, berkas yang dilengkapi itu antara lain terkait dengan penelusuran aset milik para tersangka. Selain tambahan harga pembanding dari item alat-alat marching band. “Tracing asset-nya sudah selesai. Itu hanya soal harta mereka saja yang bisa dipakai nanti untuk pengembalian kerugian negara kalau di pengadilan terbukti bersalah,” jelasnya.

Baca juga:  Sidang OTT Imigrasi Mataram Ungkap Tarif Suap untuk Setop Kasus

Dalam menelusuri aset tersangka itu, Syamsuddin mengatakan bahwa penyidik menggandeng tim dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Transaksi rekening ditelusuri untuk mengetahui kekayaan tersangka. Mantan Kasi Kelembagaan dan Sarpras Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud Provinsi NTB Muhammad Irwin selaku PPK proyek Lalu Buntaran, Direktur CV Embun Emas, rekanan pemenang tender ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka disangka korupsi yang merugikan negara sebesar Rp702 juta, sesuai dengan hasil penghitungan BPKP Perwakilan NTB. Tersangka PPK diduga menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) dengan spesifikasi barang yang sudah diatur. PPK dan rekanan diduga sudah kongkalikong sejak awal proyek itu direncanakan. Dalam kasus itu penyidik menemukan bahwa proyek pengadaan alat kesenian marching band dibagi menjadi dua paket.

Baca juga:  Kadis PUPR Lotim dan Rekanan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Sambelia

Paket pertama untuk pengadaan di lima SMA Negeri dimenangi CV Embun Emas dengan penawaran Rp1,57 miliar. Paket proyek kedua ditender senilai Rp1,062 miliar. Paket kedua ini untuk pembagian ke empat SMA swasta. Pada tender paket kedua ini, CV Embun Emas memenangi tender dengan penawaran Rp982,43 juta. (why)